Majalah Asthagatra

Bersama Rakyat Membangun Bangsa

Letkol Inf Bayu Jagad, S.IP Dandim 0723/Klaten

Selamat dari Tsunami Berkat Loncat Pagar Kawat Berduri

Hj. Sri Hartini, SE Bupati Klaten

TMMD Reguler Ke – 96 TA. 2016 Oleh Kodim 0723/Klaten Sangat Membantu Percepatan Pembangunan di Klaten

Rabu, 01 Juni 2016

Stand Gula pasir Dikerubungi Warga di Bazar TMMD Kodim Klaten

KLATEN - Dari sejumlah stand bazar yang digelar pada penutupan TMMD Reguler ke-96 Kodim 0723/Klaten, stand gulalah yang paling banyak mendapat serbuan dari warga dan tamu yang hadir. Sementara untuk stand lainnya juga banyak dikunjungi warga, namun tidak sebanyak di stand gula pasir. Stand gula pasir yang digerlar oleh Disperindag Provinsi Jateng terebut benar-benar dibuat kewalahan oleh warga pengunjung. "Disini murah pak gulanya hanya 12.000/kg sedang kalau diluar mencapai 15.000 sampai 16.000, ungkap Ny . Kokom, salah seorang warga yang tengah antri untuk beli gula. Danrem 074 /Warastratama/ Kolonel Inf. Maruli Simanjuntak , menyatakan terharu dan bangga melihat antrian warga dari Desa Panggang untuk beli gula tersebut. Bahkan di kesempatan itu Danrem memborong sejumlah paket dan di bagikan ke ibu-ibu warga Desa Panggang, sebagian kepada ibu-ibu Persit.(widi)

Minggu, 29 Mei 2016

Kerukunan Antar Umat Beragama Perlu Ditingkatkan di Desa Panggang

KLATEN - Jajaran TNI Kodim 0723 Klaten, yang selama 30 hari melaksanakan TMMD di Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, mengapresiasi kerukunan antar umat beragama di Desa Panggang yang terjalin begiu baik. Untuk itu diharapkan, hal itu dipertahankan bahkan di tingkatkan. Menurut, Sunarso Sag, pejabat di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Klaten, yang pada tanggal 19 Mei 2016 yang lalu memberikan pencerahan kepada warga desa Panggang tentang  membangun ketahanan keluarga melalui Agama., kerukunan umat beragama di desa Panggang selama ini sangat baik dan menjujung tinggi toleransi. Dijelaskan, warga desa panggang mayoritas beragama Islam, bahkan warga yang beragama Kristen dan Khatolik hanya 11 orang. Namun demikian Masing-masing umat beragama Islam yang mayoritas bisa menghormati yang minoritas yaitu Kristen dan Katolik. Hal tersebut bisa dilihat saat ada kegiatan hari -hari besar agama, masing-masing umat atau warga saling membantu dalam pelaksanaanya. Kondisi kerukunan umat beragama yang kondusif ini juga dibenarkan oleh tokoh umat Islam desa Panggang, Karno dan tokoh umat Nasrani, Fx Sunarso Spd. Dalam pelaksanaan Tmmd Reg 96 Kodim 0723/Klaten, Sunarso Sag juga memberkan apresiasi, karena tidak hanya sasaran phisik saja yang ditonjolkan, melainkan juga sasaran non Diisik juga dilaksanakan. Contohnya, dari Kementrian Agama Kabupaten Klaten juga diberi kesempatan untuk memberi pencerahan di bidang agama kepada warga desa Panggang. (Widi)

Beberapa Cara Telah Disiapkan Untuk Menjaga Hasil TMMD Kodim Klaten

KLATEN - Banyak pihak yang berpesan hendaknya, pasca TMMD Reguler ke- 96 tahun 2016 Kodim 0723/Klaten, di Desa panggang, Kecamatan Kemalang , semua hasil pembangunan fisik hendaknya tetap terpelihara. Hal itu dimaksudnya supaya hil karya TNI bersama warga tersebut lebih lama masa pakainya. Terhadap pesan dan harapan tersebut, Danramil 13 Kemalang, Kapten Inf. Jatmiko, telah memeprsiapkan “jurus khusus”, untuk menjaga kemanunggalan antara TNI danwarga yang telah  terbina selama TMMD. Termasuk semangat gotong royong yang semakin kental. Dikemukakan, untuk pemeliharaan dan pembersihan lingkungan desa, pihaknya me rencanakan akan menggelar senam bersama dilanjutkan kerja bakti di minggu ke -2 setiap bulannya. ‘’Kami akan melaksanakan kegiatan gotong royong per dukuh. Saya akan perintahkan Babinsa Desa Panggang untuk selalu memonitor di wilayah binaannya khususnya kegiatan gotong royong,’’ tandas Danramil Jatmiko. (widi)

Kekurangan di TMMD di Kodim Akan Dievaluasi

KLATEN - Pelaksanaan TMMD Reguler ke-96 Kodim 0723/Klaten, di Desa Panggang, Kecamatan Kemalang tinggal 3 hari akan selesai. Selaku pemangku wilayah, Danranil 13/ Kemalang, Kapten Inf. Jatmiko Sujarwo, mengucapkan terima kasih kepada semua fihak yang selama ini telah ambil bagian menyukseskan TMMD Kodim Klaten. Menjelang usainya TMMD, Danramil Jatmiko tetap rajin melakukan pengecekan di semua titik proyek sasaran, karena akan dilakukan pemeriksaan di upacara penutupan. Menurutnya, apa yang dilakukan merupakan Final cek TMMD . Yand icek tidak hanya sasarn fisik, melainkan juga mengecek kepada seluruh satgas agar tidak meninggalkan masalah paska TMMD. ‘’ Apabila ada kekurangam dln pelaksanna tugas di TMMD selama ini, akan dijadikan sebagai bahan evaluasi di TMMD selanjutnya. Sekali lagi atas nama Kodim Klaten saya mengucapkan kepada smeua pihak yang telah membantu pelaksanaan TMMD,’’ ungkap Kapten Inf. Jatmiko Sujarwo. (widi).

Sehari Sebelum Penutupan Semua Sasaran Fisik TMMD Klaten Terselesaikan

KLATEN – H-3 menjelang penutupan TMMD Kodim 0723/Klaten, semua sasaran fisik di TMMD dengan desa sasaran Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, hampir seluruhan selesai 100 %. ‘’Semua proyek fisik nyaris selesai,’’ tandas Danramil Kemalang, Kapten Inf. Jatmiko. Menurutnya, saaat ini di sejumlah titik proyek fisik tinggal merapikan dan finishing akhir. Khusus sasaran fisik tambahan, yakni betonisasi di jalan yang terletak di Dukuh Panggang, diperkirakan 1 hari lagi selesai. ‘’InsyaAllah, di H-1 penutupan TMMD Reguler Kodim Klaten seluruh sasaran TMMD Selesai. Saat ini kegiatan yang dilakukan oleh Tni dan warga hanya tinggal pembersihan kanan kiri jalan yang akan dilewati rombongan saat upacara penutupan,’’ jelas Danramil Jatmiko. (widi)

Kesulitan Berkomunikasi Menjadi Kenangan Tersendiri

KLATEN – Keprihatinan sulitnya sinyal HP di lokasi TMMD Kodim Klaten, yakni di Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, akan menjadikenangan tersendiri bagi prajurit angota Satgas da semua pihak yang terkait kegiatan tersebut. Keprihatinan itu, justru menajdi tantangan sendiri bagi prajurit dan menambah semangat untuk totalitas dalam bekerja. Sulitnya sinyal HP tersebut, secara komando akan menyulitkan antara Posko denganMakodim Klaten, sementara bagi prajurit yang selama sebulan penuh berada di lokasi TMMD akan menjadi penghalang untuk sekedar berkomunikasi dengan keluarga masing-masing. Desa Panggang, secara georafis terletak di kaki gunung merapi dan merupakan daerah dampak erupsi gunung Merapi. Menurut Komandan Pleton passukan 408, Letda Inf. Suraji memasuki hari ke-3 pelaksanaan TMMD, moril para prajurit tetap terjaga dan tetap semangat. Dikemuakakn, di lokasi TMMD, seni kepemimpinan sangat penting karena dinamika tugas dan kondisi daerah operasi sangat berpengaruh terhadap kondisi prajurit dalam hal ini moril. Dia mengakui, jika Desa Panggang, alat komunikasi (Handphone) hanya dapat digunakan secara terbatas. Menurutnya, berada di Desa Panggang, untuk komunikasi dengan keluarga hanya bisa dilakukan dengan cara sms. Pasalnya kalau untuk telpon, suara akan putus-putus. ;;Namun demikian, apapun kondisinya, TNI harus tetap memegang jati diri yaitu tugas adalah segala- galanya. Semua demi NKRI tercinta,’’ tegas Letnan Suraji. (widi)

TNI dan Warga Gelar Pertandingan Bola Demi Keakraban

KLATEN - Dalam rangka menjalin kebersamaan antara TNI yang sedang melaksanakan TMMD Kodim Klaten bersama warga Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, mengglelar pertandingan persahabatan sepak bola, Sabtu (28/05/2016) sore. Dengan helatan pertandingan persaahabatan tersebut, kebersamaan TNI dan warga tidak hanya diwujudkan dalam bentuk bergotong royong ketika melaksanakan pekerjaan bidang sasaran TMMD, melainkan pada saat bermain bola kekompakan dan kebersamaan dalam bentuk tim juga dibutuhkan. Menurut Danramil Kemalang, Kapten Inf. Jatmiko, pertandingan persahabatan sepakbola antara warga dan prajurit tersebut selain untuk sarana refreshing, juga untuk menambah kebersamaan dan persatuan antara warga dan TNI. Sementara itu, terpisah, Suroto, salah seorang tokoh pemuda Desa Panggang, mengemukakan harapannya, setelah nanti tugas Satgas TMMD Kodim Klaten ini selesai, gerbang Desa Panggang terbuka lebar bagi semua TNI. ‘’pintu gerbang Desa Panggang terbula lebar apabila di kemudian hari bapak-bapak TNI ingin bernostalgia dengan warga Panggang,’’ ungkap Suroto. (widi)