Indonesia adalah negara besar, tak kurang dari 17 ribu
pulau di dalamnya. Dari jumlah penduduk, Indonesia mencatatkan dirinya
dihuni tak kurang dari 250 juta orang. Dari vegetasi tanaman, Indonesia
memiliki 2 iklim sehingga tanaman tumbuh subur setiap tahun dan
terhampar dengan luasnya baik tanaman penghasil pangan maupun tanaman
penghasil energi terbarukan.
Hal ini seakan menjadi bukti bahwa betapa kaya negeri ini, bumi, air dan kekayaan alam terkandung di bumi ibu pertiwi ini. Seiring bertambahnya tahun, jumlah penduduk Indonesia akan terus bertambah demikian juga dengan jumlah penduduk dunia, dari tahun ke tahun akan terus meningkat sehingga saat ini pangan, air dan energi menjadi issue dunia sebagai mana teori Malthus, “jumlah penduduk meningkat seperti deret ukur ketersediaan makanan meningkat seperti deret hitung”.
Dari beberapa analisa, disampaikan bahwa energi fosil di Indonesia akan habis dalam kurun waktu 12 tahun sedangkan energi fosil dunia sekitar 40-50 tahun kedepan akan habis, dengan demikian energi terbarukan yang berasal dari tanaman akan menjadi alternatif dan hanya daerah beriklim tropis seperti Indonesia ini sajalah sumber-sumber energi terbarukan tersebut bisa diperoleh.
Kekayaan alam yang melimpah ini, tentu kita semua berharap dapat dipergunakan untuk kemakmuran rakyat, jangan sampai sumber daya alam yang kita miliki hanya terbengkalai tidak tergarap atau malah jatuh ke pihak asing sedangkan disatu sisi anak cucu kita kelak akan sangat membutuhkan. Luasnya wilayah Indonesia dengan beragamnya jumlah penduduk baik suku, agama maupun ras dengan gaya dan budayanya sendiri-sendiri serta melimpahnya sumber daya alam negeri ini tentu dibutuhkan satu pemahaman bersama, yaitu pemahaman tentang Asthagatra.
Bagaimana kepedulian terhadap aspek Asthagatra ini bisa terbentuk tentu harus dimulai dan dibangun sedari dini mengingat ancaman ke depan semakin nyata dan jelas Aspek Asthagatra merupakan modal awal membangun bangsa ini, aspek yang menekankan pada pemahaman terhadap kondisi geografi, demografi dan sumber kekayaan alam yang dilihat dari sudut pandang idiologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan negeri ini tentu harus ditekankan, dibangun dan dibumikan terhadap seluruh komponen bangsa. Bukan hanya TNI namun seluruh komponen bangsa turut serta bertanggung jawab dalam berbagai peran kehidupan tentu dengan harapan ke depan dapat kita wujudkan generasi muda Indonesia yang cerdas, tangguh, berbudi pekerti luhur, patriot sejati menuju seabad Indonesia merdeka.
Hal ini seakan menjadi bukti bahwa betapa kaya negeri ini, bumi, air dan kekayaan alam terkandung di bumi ibu pertiwi ini. Seiring bertambahnya tahun, jumlah penduduk Indonesia akan terus bertambah demikian juga dengan jumlah penduduk dunia, dari tahun ke tahun akan terus meningkat sehingga saat ini pangan, air dan energi menjadi issue dunia sebagai mana teori Malthus, “jumlah penduduk meningkat seperti deret ukur ketersediaan makanan meningkat seperti deret hitung”.
Dari beberapa analisa, disampaikan bahwa energi fosil di Indonesia akan habis dalam kurun waktu 12 tahun sedangkan energi fosil dunia sekitar 40-50 tahun kedepan akan habis, dengan demikian energi terbarukan yang berasal dari tanaman akan menjadi alternatif dan hanya daerah beriklim tropis seperti Indonesia ini sajalah sumber-sumber energi terbarukan tersebut bisa diperoleh.
Kekayaan alam yang melimpah ini, tentu kita semua berharap dapat dipergunakan untuk kemakmuran rakyat, jangan sampai sumber daya alam yang kita miliki hanya terbengkalai tidak tergarap atau malah jatuh ke pihak asing sedangkan disatu sisi anak cucu kita kelak akan sangat membutuhkan. Luasnya wilayah Indonesia dengan beragamnya jumlah penduduk baik suku, agama maupun ras dengan gaya dan budayanya sendiri-sendiri
Bagaimana kepedulian terhadap aspek Asthagatra ini bisa terbentuk tentu harus dimulai dan dibangun sedari dini mengingat ancaman ke depan semakin nyata dan jelas Aspek Asthagatra merupakan modal awal membangun bangsa ini, aspek yang menekankan pada pemahaman terhadap kondisi geografi, demografi dan sumber kekayaan alam yang dilihat dari sudut pandang idiologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan negeri ini tentu harus ditekankan, dibangun dan dibumikan terhadap seluruh komponen bangsa. Bukan hanya TNI namun seluruh komponen bangsa turut serta bertanggung jawab dalam berbagai peran kehidupan tentu dengan harapan ke depan dapat kita wujudkan generasi muda Indonesia yang cerdas, tangguh, berbudi pekerti luhur, patriot sejati menuju seabad Indonesia merdeka.






0 komentar:
Posting Komentar