TMMD dipusatkan di Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, yang merupakan kawasan rawan bencana erupsi Gunung Merapi. Kegiatan akan berlangsung mulai 3 Mei hingga 1 Juni mendatang.
Menurut Komandan Kodim 0723/Klaten Letkol (Inf) Bayu Jagat, pemilihan lokasi itu didasarkan atas permohonan kepala desa melalui surat tertanggal 10 Juni 2015.
“Desa Panggang, Kecamatan Kemalang itu masuk kawasan rawan bencana erupsi Gunung Merapi. Maka, jalur evakuasi menuju jalan besar sangat dibutuhkan warga desa tersebut,” paparnya, Selasa (3/5).
Saat ini, struktur jalan di
Desa Panggang masih jalan tanah. Maka, perlu ditingkatkan dengan dibeton untuk
memperlancar mobilitas penduduk dan perekonomian masyarakat sekitar.
Sasaran kegiatan fisik, yakni
betonisasi jalan 1.596 meter dan lebar 3 meter, rehab 10 unit rumah tidak
layak huni (RTLH), perbaikan satu tempat ibadah dan jambanisasi di tujuh rumah
penduduk.
Adapun sasaran nonfisik,
berupa kegiatan penyuluhan antara lain mengenai wawasan kebangsaan, Pancasila
dan UUD 1945, antisipasi terorisme dan pertanian.
Dandim mengatakan, pelaksanaan
TMMD melibatkan komando dan staf 15 orang, serta tim asistensi (Kodim, Polres,
dan Pemkab) sebanyak 25 orang. Selain itu, dilibatkan pasukan Yon Kav-2 Tank
sebanyak satu satuan setingkat kompi (SSK), Yonif 408/SBH, TNI AU Lanud Adi
Sumarmo dan Yon Zipur 4/TK, serta 65 warga.
TMMD tersebut mendapat alokasi
sebesar Rp 500 juta. Dana itu bersumber APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten dan
swadaya masyarakat. Sementara itu, Wakil Gubernur
(Wagub)Jateng Heru Sudjatmoko menyampaikan apresiasi berjalannya TMMD yang
memberikan bakti dan pengabdian kepada rakyat. TMMD merupakan bentuk
kemanunggalan TNI dan rakyat untuk percepatan pembangunan desa dan merawat
semangat kegotong-royongan.
“Kalau kota maju, maka desa
juga harus lebih maju. TMMD memperkuat wilayah pedesaan dengan kesengkuyungan,”
jelas Wagub.






0 komentar:
Posting Komentar