Rabu, 04 Mei 2016

TNI Kodim Klaten Dan Warga Kebut Proyek Jalan Program TMMD

KLATEN, ASTHAGATRA - Sejak TMMD Reguler ke-96 Kodim 0723/Klaten dibuka,  sejumlah personil TNI dan warga masyarakat Desa Panggang, Kecamatan Kemalang,  bahu membahu proyek jalan, salah satu sasaran fisik TMMD Kodim Klaten.

‘’Hari ini konsentrasinya masih di pengecoran jalan. Untuk yang rehab masjid, jambanisasi dan  lainnya nanti sambil berjalan, disela-sela pekerjaan fisik lainnya,’’ tandas Dandim 0723/Klaten, Letkol Inf. Bayu Jagat, Rabu (4/05/2016).

Ratusan personil TNI bersama warga Desa Panggang bahu-membahu untuk segera menyelesaikan proyek jalan yang merupakan jalur evakuasi Merapi itu.  Kades Panggang, Nandang Nuryanto, mengucapan terimakasih kepada jajaran Kodim Klaten yang telah menjadikan desanya sebagai desa sasaran TMMD Reguler ke-96 tahun 2016 ini. ‘’Saya salut dengan semangat warga kami yang begitu ikhlas bahu membahu dengan TNI,’’ ungkang nandang.

Sebagaimana diketahui,  salah satu   proyek fisik di program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke -96 Kodim 0723/Klaten,   di Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, adalah . pembangunan jalan lingkar evakuasi  baru yang ada di desa setempat.

Jalan tersebut akan dibeton  sepanjang 1.595 meter, dengan lebar 3 meter  dan ketebalan 0,1 meter. Selain betonisasi jalan, adapula rehabilitasi rumah tak layak huni (RTLH) di Desa Panggang sebanyak 10 unit. Juga rehabilitasi jamban sebanyak 8 unit.

Lebih lanjut bayu jagat mengatakan ‘’ Kami akan berbuat maksimal untuk masyrakat Panggang, dengan berbagai kegiatan fisik maupun non fisik,’’

Ditanya mengenai kenapa memilih Desa Panggang ? Dandim Bayu menjelaskan, proses penentuan desa sasaran cukup njlimet dan prosesnya panjang, karena melalui survey dengan banyak pertimbangan.

‘’Kalaupun akhirnya kami menentukan Desa Panggang, tentu  melalui pertimbangan yang matang,’’ tandasnya.

“Desa Panggang memang  ada kebutuhan mendesak, yakni pembukaan jalur baru untuk evakuasi  warga jika sewaktu-wktu terjadi erupsi gunung merapi,’’ beber nya. Diharapkan, dengan terbangunnya jalan  evakuasi erupsi  Merapi baru itu , nantinya akan bisa memecah para pengungsi jika sewaktu-wktu terjadi erupsi gunun merapi. ‘’kebetulan berdasarkan data, saat terjadi erupsi Merapi 2010 lalu, banyak jatuh korban karena para pengungsi  berdesa-desakan lantaran jalur jalannya Cuma satu,’’ pungkas Dandim Bayu.

Sementara itu Kepala  Desa Panggang, Kecamatan  Kemalang,  Nandang Nuryanto menyatakan, TNI Kodim Klaten cukup efektif jika membangun  ruas jalan di desanya,  yang kelak bisa menjadi jalur pemecah pengungsi  jika suatu saat terjadi erupsi Gunung Merapi. ‘’Karena kebetulan, desa kami itu salah satu jalur evakuasi jika terjadi erupsi Merapi. Sementara selama ini jalurnya hanya satu an sudah tidak memadai,’’ tandasnya, Rabu (04/05/2016).

Kades  Nandang, menjelaskan, berdasarkan pengalaman tahun 2010, lantaran jalur evakuasi hanya satu, dan kondisinya sudah tidak memadai, saat erupsi Merapi tahun 2010, banyak terjadi kecelakaan, dan sempat menimbulkan korban. ‘’Sekalilagi, pilihan dari TNI Kodim Klaten sudah tepat dengan membangun jalan yang saat ini dilakukan melalui program TMMD reguler,’’ ungkapnya.

Ke depan, lanjutnya, setelah jadi, sesuai kesepakatan dari rembug desa, jika jalan sudah jadi, tidak diperkenankan  dilewati oleh truk pengangkut galian C.(dedik)

0 komentar:

Posting Komentar