Rabu, 04 Mei 2016

TMMD, Dayagunakan Potensi Atasi Persoalan Bangsa

ASTHAGATRA – Perjalanan panjang kemanunggalan TNI dengan rakyat berhasil mendukung percepatan pembangunan Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Beragam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sekaligus dapat merawat semangat kegotongroyongan bangsa. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH MIP, pada upacara pembukaan TMMD Regular ke-96 dan Sengkuyung 1 Tahun 2016 di Lapangan Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, Klaten, (3/5).

Selain wakil gubernur, upacara pembukaan TMMD 2016 bertema “Dengan Semangat Kemanunggalan Serta Kerjasama Lintas Sektoral dan Lintas Komponen Bangsa Kita Wujudkan Percepatan Desa Membangun Indonesia Guna Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat” itu, juga dihadiri Komandan Korem 074/Warastratama Surakarta Kolonel Inf Maruli Simanjuntak MSc, Bupati Klaten Sri Hartini, Wakil Bupati Sri Mulyani, serta Forkopimda setempat.

Menurut Heru, TMMD menjadi terobosan untuk menyelaraskan berbagai program kegiatan antarsektoral guna menanggulangi berbagai persoalan. Termasuk penanganan kemiskinan dan pengangguran di Jateng yang mencapai 13 persen dari jumlah penduduk, serta beragam upaya mewujudan kedaulatan energi dan pangan.
Selain itu, TMMD merupakan upaya mewujudkan pertahanan negara. Sehingga kegiatan fisik yang dilakukan senantiasa terlihat dan tertata, infrastruktur jalan di pedesaan pun semakin bagus, resik, dan memadai. Apalagi sudah 69 tahun TMMD memberikan kontribusi dalam pembangunan dalam negeri.

“Inilah cara kita merawat ke-Indonesiaan kita, inilah salah satu bentuk kesengkuyungan dan kegotongroyongan. Kita harus mampu memberdayakan masyarakat dan membangun desa. Kebersamaan seperti inilah menjadi kekuatan luar biasa untuk menggali dan mendayagunakan potensi mengatasi isu dan persoalan bangsa,” bebernya.

Kondisi ini, lanjut Heru, menjadi daya dukung bagi geliat pertumbuhan ekonomi pedesaan. Pembangunan fisik lainnya juga telah memberikan kebermanfaatan bagi rakyat. Sementara kegiatan nonfisik menjadi sarana efektif pemberdayaan masyarakat dalam berbagai bidang. Baik sosial, pendidikan, kesehatan, dan lainnya.

TMMD yang dipusatkan di Desa Panggang tersebut, akan berlangsung selama 30 hari, yakni mulai 3 Mei hingga 1 Juni 2016. Kegiatan mencakup fisik dan nonfisik. Sasaran kegiatan fisik meliputi pembetonan jalan sepanjang 1.596 meter lebar tiga meter, rehabilitasi 10 unit rumah tidak layak huni, perbaikan satu tempat ibadah, pembuatan tujuh unit jamban rumah.

Sedangkan nonfisik antara lain, penyuluhan wawsan nusantara kebangsaaan, Pancasila, dan UUD 45, penyuluhan bahaya narkoba, terorisme, Kamtibnmas, kesejahteraan masyarakat, pertanian, pelayanan KB dan kesehatan gratis, pemberantasan buta aksara, penerapan teknologi tepat guna, serta penyuluhan penanggulangan bencana.

Pada kesempatan tersebut, wakil gubernur didampingi Bupati Klaten dan Danrem 074 menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga, kelompok tani, kelompok ternak, dan kades. Antara lain berupa 51 unit sambungan listrik murah, paket susu dan makanan sehat, pupuk organik dan bibit tembakau, peralatan pengelolaan hasil ternak, uang tunai untuk pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan pekarangan rumah warga.

Usai membuka kegiatan TMMD yang ditandai dengan pemukulan kenthongan dan penyerahan bantuan, wakil gubernur mengunjungi satu per satu stand yang menjual berbagai produk makanan lokal, buah-buahan, proses penanaman sayur organik, serta stand pelayanan kesehatan gratis untuk warga. Selain itu, Heru juga mengawali pengecoran jalan di Dukuh Suren, Desa Panggang sepanjang 1. 596 meter yang sekaligus menjadi jalur evakuasi Gunung Merapi.(k)

0 komentar:

Posting Komentar