Majalah Asthagatra

Bersama Rakyat Membangun Bangsa

Letkol Inf Bayu Jagad, S.IP Dandim 0723/Klaten

Selamat dari Tsunami Berkat Loncat Pagar Kawat Berduri

Hj. Sri Hartini, SE Bupati Klaten

TMMD Reguler Ke – 96 TA. 2016 Oleh Kodim 0723/Klaten Sangat Membantu Percepatan Pembangunan di Klaten

Kamis, 23 Juni 2016

Manfaat TMMD

KLATEN - TMMD reguler 96 Kodim Klaten telah digulirkan selama satu bulan yaitu TMT 03 Mei s.d. 01 Juni 2016 dengan sasaran di desa Panggang Kec. Kemalang Kab. Klaten. Dalam kegiatan ini selain melibatkan TNI sebanyak 110 orang juga 65 warga untuk setiap hari dalam pengerjaannya. Seminggu sudah berlalu, hasil nyata sudah tergelar dan dapat dinikmati oleh masyarakat baik betonisasi, RTLH (Rehab Rumah Tidak Layak Huni), jambanisasi dan rehab tempat ibadah yaitu masjid Al Jami' yang ada di desa Panggang, Kec. Kemalang Kab. Klaten. Dari program ini ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan setelah satu minggu berlalu ini. (widi)

Selasa, 14 Juni 2016

Kebutuhan Sayuran Bagi Warga Pedesaan Bahkan Dipikirkan Komandan

KLATEN -  Ada banyak kendala saat TNI Kodim Klaten, melaksanakan TMMD Reguler di Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Diantaranya, minimnya ketersedaiaan air di desa tersebut, sementara selama TMMD ratusan prajurit  tinggal bersama warga desa setempat, sehingga sehari-harinya akan membutuhkan air yang jumlahnya tidak sedikit. Belum lagi, di proyek betonisasi jalan juga membutuhkan air yang tidak sedikit pula.

Belum lagi kendala sulitnya mencari sinyal HP di Desa Panggang, sehingga menjadi kendala untuk koordinasi antara desa sasaran TMMD dengan Makodim Klaten. Tidak jarang, sejumlah anggota Pendim Klaten mengemukakan, mereka harus memakai kurir jika ingin melakukan koordinasi tertentu dengan Kodim Klaten yang jaraknya dengan Desa Panggang sekitar 17 Km.



Hanya saja tampaknya semua kendala itu dijadikan sebuah tantangan bagi  Dandim 0723/Klaten, Letkol Inf. Bayu Jagat dan jajarannya untuk mensukseskan TMMD di Desa Panggang. Tidak saja di pelaksanaan proyek fisik dan non fisik, melainkan ada nilai lebih yang harus “dipancangakan” di sebuah desa di lereng Gunung Merapi itu, dibalik pelaksanaan TMMD Reguler ke-96.

Komandan Kodim 0723/Klaten, letkol Inf. Bayu Jagat lantas mencari peluang yang bisa dikembangkan di desa sasaran TMMD, sehingga ada nilai lebih. Adalah,  Istri Kades Panggang,  Ny. Sri Susilowati Msi, yang ternyata  seorang  tokoh yang memprakarsai tanaman Hidroponik di Kabupaten Klaten.

Selama ini Ny. Sri Susilowati telah sukses  mengembangkan beberapa jenis tanaman yang tidak membutuhkan media tanah dan air yang banyak. Diantaranya,  Selada, Kangkung, Tomat, Daun Mint dan sejumlah tanaman lainnya.

Dan inspirasi tanaman Hidroponik yang ada di Desa Panggang itulah oleh Dandim Bayu Jagat dinilai sebuah peluang  yang harus digarap untuk menciptakan nilai tambah di arena TMMD Reguler ke -96.
‘’Tidak ada salahnya khan, saya memikirkan   kebutuhan sayuran warga Desa Pangggang yang tahun ini menjadi desa sasaran TMMD Reguler ke-96 Kodim 0723/Klaten,’’ ungkapnya ketika ditemui disela-sela cek lapangan pelaksanaan TMMD komandonya. .

Perlu Didorong

Menurutnya,  tanaman Hidroponik, di Desa Panggang, Kecamatan Kemalang yang telah diprakarsai oleh  Ny. Sri Susilowati Msi,  layak sangat perlu didorong pengembangannya. Mengingat di wilayah itu sulit ditemukan sumber air, dan itu yang mengakibatkan warga desa setempat selama ini  sulit untuk  mengembangkan bercocok tanam.

‘’Tanaman dimaksud bisa tumbuh dengan tidak memerlukan air yang banyak, sehingga sangat pas dikembangkan di Desa Panggang khususnya, dan di wilayah Kecamatan Kemalang pada umumnya,’ tandas Dandim Bayu Jagat.

Menurutnya, dengan pengembangan  tanaman Hidroponik tersebut,  akan dapat meringankan segi ekonomi masyarakat Desa Panggang khusunya di bidang pangan. Melihat  potensi wilayah tersebut sangat sulit untuk bercocok tanam.


Gayung bersambut. Ny . Sri Susilowati Msi sendiri sudah lama berobsesi bahwa tanaman hirdropnik yang diprakarsainya itu, bisa dikembangkan untuk industri rumahan bagi semua warga Desa Panggang. Menurutnya, jika saja di setiap halaman rumah warga Panggang ada dibudayakan  tanaman hidroponik, minimal kebutuhan sayuran harian masing-masing warga bisa terpenuhi.  ‘’Sementara Pak Dandim Bayu Jagat juga bertekad untuk mendorongnya, kami akan sepakat sekali,’’ ungkapnya.

Sementara itu, potensi tanaman Hidronik yang diprakarsai oleh istri Kades Panggang, ternyata dipandang positif  juga oleh sejumlah anggota Satgas  TMMD  Kodim Klaten.  Dengan berbaurnya TNI dengan masyarakat memang  diharapakan akan terjadi subsidi silang sebagai contoh Sistem Hidroponik tersebut.

Karena personel yang ditugaskan dalam program TMMD di Desa Panggang,  adalah dari satuan Satuan tempur (Satpur) dan satuan Bantuan tempur (Satbanpur) yang mayoritas masih tinggal di Asrama, mereka berinisiatif  untuk mempelajari tanaman hidroponik. Mereka merencanakan, adanya  hidroponik bisa dimanfaatkan oleh para prajurit guna di implementasikan di satuan nanti. Hal ini cukup masuk akal, mengingat untuk lahan bercocok tanam di asrama juga sangat terbatas.

Istilah hidroponik (hydroponics) digunakan untuk menjelaskan tentang cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Di kalangan umum, istilah ini dikenal sebagai “bercocok tanam tanpa tanah”. Di sini termasuk juga bercocok tanam di dalam pot atau wadah lainnya yang menggunakan air atau bahan porous lainnya, seperti pecahan genting, pasir kali, kerikil, maupun gabus putih.

Dahulu, peneliti yang bekerja di laboratorium fisiologi tumbuhan sering bermain-main dengan air sebagai media tanam dengan tujuan uji coba bercocok tanam tanpa tanah. Sebagian orang menganggap metode itu sebagai aquakultur (bercocok tanam di dalam air). Uji coba tersebut ternyata berhasil dan patut diberi acungan jempol sehingga banyak ahli agronomi yang terus mengembangkan cara tersebut.

Pada perkembangan selanjutnya, media air diganti dengan media yang lebih praktis, efisien dan lebih produktif. Cara kedua ini lebih mendapat sambutan dibandingkan cara yang hanya menggunakan media air. Oleh karenanya, pada perkembangan selanjutnya, teknik itu disebut hidroponik. Hidroponik ini kemudian dikembangkan secara komersial.





Sejarah Hidroponik

Menurut literatur, bertanam secara hidroponik telah dimulai ribuan tahun yang lalu. Seperti diceritakan,  ada taman gantung di Babilon dan taman terapung di Cina yang bisa disebut sebagai contoh Hidroponik.  Di Mesir, India dan Cina, manusia purba sudah kerap menggunakan larutan pupuk organik untuk memupuk semangka, mentimun dan sayuran lainnya dalam bedengan pasir di tepi sungai.

Terakhir pada tahun 1936 istilah hidroponik lahir, istilah ini diberikan untuk hasil dari Dr. WF. Gericke, seorang agronomis dari Universitas California, USA, berupa tanaman tomat setinggi 3 meter yang penuh buah dan ditanam dalam bak berisi mineral hasil uji cobanya.

Sejak itu, hidroponik yang berarti hydros adalah air dan ponics untuk menyebut pengerjaan atau bercocok tanam, dinobatkan untuk menyebut segala aktivitas bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai tempat tumbuhnya.

Gericke ini menjadi sensasi saat itu, foto dan riwayat kerjanya menjadi headline surat kabar, bahkan ia sempat dinobatkan menjadi orang berjasa abad 20. Sejak itu, hidroponik tidak lagi sebatas skala laboratorium, tetapi dengan teknik yang sederhana dapat diterapkan oleh siapa saja termasuk ibu rumah tangga. Jepang yang kalah dari sekutu dan tanahnya tandus akibat bom atom, pada tahun 1950 secara gencar menerapkan hidroponik. Kemudian negara lain seperti irak, Bahrain dan negara-negara penghasil minyak yang tanahnya berupa gurun pasir dan tandus pun ikut menerapkan hidroponik. (widi)

Menjaga Hasil TMMD

KLATEN - Banyak pihak yang berpesan hendaknya, pasca TMMD Reguler ke- 96 tahun 2016 Kodim 0723/Klaten, di Desa panggang, Kecamatan Kemalang , semua hasil pembangunan fisik hendaknya tetap terpelihara. Hal itu dimaksudnya supaya hil karya TNI bersama warga tersebut lebih lama masa pakainya. Terhadap pesan dan harapan tersebut, Danramil 13 Kemalang, Kapten Inf. Jatmiko, telah memeprsiapkan “jurus khusus”, untuk menjaga kemanunggalan antara TNI danwarga yang telah  terbina selama TMMD. Termasuk semangat gotong royong yang semakin kental. Dikemukakan, untuk pemeliharaan dan pembersihan lingkungan desa, pihaknya me rencanakan akan menggelar senam bersama dilanjutkan kerja bakti di minggu ke -2 setiap bulannya. ‘’Kami akan melaksanakan kegiatan gotong royong per dukuh. Saya akan perintahkan Babinsa Desa Panggang untuk selalu memonitor di wilayah binaannya khususnya kegiatan gotong royong,’’ tandas Danramil Jatmiko. (widi)

Efek Proyek Jambanisas, Warga Lebih Sehat

KLATEN - Dampak proyek fisik TMMD Reguler ke-96 Kodim 0723/?Klaten kini benar-benar dirasakan oleh warga Desa Panggang, Kecamatan Kemalang. Jika proyek fisik prioritas, yakni betonisasi jalan, keseluruhan warga Panggang merasakan dampak posiitifnya, bahwa warga disekitarnya, karena kelak jalan itu bisa digunakan untuk jalur evakuasi jika sewaktu-waktu Gunung Merapi alami erupsi. Sementara itu untuk proyek fisik lainnya, yakni pembuatan jamban bagi keluarga kurang mampu di Desa Panggang yang selama ini belum mempunyai jamban, benar-benar dirasakan langsung oleh warga penerima. Tidak bagi penerima program jambanisasi dari TNI Kodim Klaten saja, melainkan lingkungan secara umum, terutama di Desa Panggang juga sangat diuntungkan. Karena, dengan program jambanisasi bagi sejumlah warga di Panggang itu, otomatis akan mengubah pola hidup sehat lingkungan.(widi)

Penyuluhan Non Fisik Agar Bisa Diterapkan Warga

KLATEN - Sekretaris Kecamatan Kemalang, Harjoko ST.MT berharap dalam atas diberikan sejumlah penyuluhan di program non fisik TMMD Kodim 0723/Klaten. ‘’Kalau di program fisik jelas kami menghimbau agar warga merawat, tetapi di prgram non fisik, yakni berupa penyuluhan berbagai bidang, harapan saya semoga masyarakat bisa menrapkan di kehidupan sehari-hari,’’ ungkap Harjoko. Dia mengemukakan, di prohram non fisik TMMD Kodim Klaten, telah dilakukan berbagai penyuluhan dengan menggandenga beberapa pihak. Mulaid ari Polres Klaten, Kemenag, Bapernas dan sejumlah pihak lain.
‘’Dengan peyuluhan-penyuluhan itu, berbagai ilmu telah diperoleh oleh masyarakat Desa Panggang dan sekitarnya. Mudah-mudahan semua ilmu itu bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,’’ harap Sekcam Harjoko ST.MT. (widi)

Kerukunan Warga Desa Panggang Patut Diapresiasi

KLATEN - Jajaran TNI Kodim 0723 Klaten mengapresiasi kerukunan antar umat beragama di Desa Panggang yang terjalin begiu baik. Untuk itu diharapkan, hal itu dipertahankan bahkan di tingkatkan. Menurut, Sunarso Sag, pejabat di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Klaten beberapa waktu yang lalu memberikan pencerahan kepada warga desa Panggang tentang  membangun ketahanan keluarga melalui Agama., kerukunan umat beragama di desa Panggang selama ini sangat baik dan menjujung tinggi toleransi. Dijelaskan, warga desa panggang mayoritas beragama Islam, bahkan warga yang beragama Kristen dan Khatolik hanya 11 orang. Namun demikian Masing-masing umat beragama Islam yang mayoritas bisa menghormati yang minoritas yaitu Kristen dan Katolik. Hal tersebut bisa dilihat saat ada kegiatan hari -hari besar agama, masing-masing umat atau warga saling membantu dalam pelaksanaanya. Kondisi kerukunan umat beragama yang kondusif ini juga dibenarkan oleh tokoh umat Islam desa Panggang, Karno dan tokoh umat Nasrani, Fx Sunarso Spd. Dalam pelaksanaan TMMD Reg 96 Kodim 0723/Klaten, Sunarso Sag juga memberkan apresiasi, karena tidak hanya sasaran phisik saja yang ditonjolkan, melainkan juga sasaran non Diisik juga dilaksanakan. Contohnya, dari Kementrian Agama Kabupaten Klaten juga diberi kesempatan untuk memberi pencerahan di bidang agama kepada warga desa Panggang. (Widi)

Semangat TMMD akan Terus Dijaga


KLATEN - Semangat gotong royong antara TNI dan warga Desa Panggang, Kecamatan Kemalang terus dijaga. Terbukti , semangat warga untuk berbaur dengan prajurit terus tampak bahkan semakin meningkat. Dikemukakan Danramil Kemalang, Kapten Inf. Jatmiko, pelaksanaan TNI anunggal Membangun Desa ( TMMD ) Reguler ke- 96 Kodim 0723/Klaten, hingga kini terus kebut dalam pekerjaan rehab RTLH (Rumah tidak layak huni ). Disamping itu juga masih menyelesaiakn pPengecoran jalan, pembuatan jamban, dan ehab Masjid . ‘’Tampak warga masyarakat dan TNI dengan sisa waktu yang ada tetap menjaga semangat bergotong royong dan bahkan meningkatkan,’’ tandas Danramil Kemalang. Apalagi, lanjutnya, untuk rehab Masjid, penyelesian pekerjaan terus dilakukan. Apalagi, sebentar lagi akan datang bulan Ramadhan, di masjid Desa Panggang akan digunakan untuk kegiatan ibadah  shalat tarawih dan kegiatan ibadah keagamaan lainnya. Sehinnga semangat masyararakat dan TNI untuk menyelesaikan Pekerjaan Rehab Masjib tersebut terus ditingkatkan. (widi)

Hasil TMMD Diserahkan ke Pemerintah


KLATEN - Penandatanganan hasil pelaksanaan TMMD Reguler ke-96 Kodim Klaten pada upacara penutupancmenandakan apa yang di hasil dalam pelaksanaan TMMD itu diserahkan kepada Pemerintah daerah Kabupaten Klaten. Sekda Kabupaten Klaten, Drs Jaka Sawaldi MM mengucapkan banyak terimaksih atas suksesnya pelaksanaan TMMD reguler di desa Panggang tersebut. . "Terima kasih banyak, kami atas nama pemerintah daerah Kabupaten Klaten, semua kesuksesan ini berkat warga Panggang dan TNI, dan kita wajib memelihara apa telah kita perbuat ini ", ungkapnya. Ucapan yang disampaikan pak Sekda Drs Jaka disela-sela upacara penutupan TMMD. ‘’Kami berpesan  kepada pasukan TNI yang akan bergabung ke Pasukan Induk masing-maing jaga keamanan, dan sampaikan salam kepada para Komandan Satuan.’’ (widi)

Senin, 13 Juni 2016

Pasca TMMD Hidroponik Makin Diminati

Klaten – Ada banyak kendala saat TNI Kodim Klaten, melaksanakan TMMD Reguler di Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Diantaranya, minimnya ketersedaiaan air di desa tersebut, sementara selama TMMD ratusan prajurit  tinggal bersama warga desa setempat, sehingga sehari-harinya akan membutuhkan air yang jumlahnya tidak sedikit. Belum lagi, di proyek betonisasi jalan juga membutuhkan air yang tidak sedikit pula.
Belum lagi kendala sulitnya mencari sinyal HP di Desa Panggang, sehingga menjadi kendala untuk koordinasi antara desa sasaran TMMD dengan Makodim Klaten. Tidak jarang, sejumlah anggota Pendim Klaten mengemukakan, mereka harus memakai kurir jika ingin melakukan koordinasi tertentu dengan Kodim Klaten yang jaraknya dengan Desa Panggang sekitar 17 Km.
Hanya saja tampaknya semua kendala itu dijadikan sebuah tantangan bagi  Dandim 0723/Klaten, Letkol Inf. Bayu Jagat dan jajarannya untuk mensukseskan TMMD di Desa Panggang. Tidak saja di pelaksanaan proyek fisik dan non fisik, melainkan ada nilai lebih yang harus “dipancangakan” di sebuah desa di lereng Gunung Merapi itu, dibalik pelaksanaan TMMD Reguler ke-96.
Komandan Kodim 0723/Klaten, letkol Inf. Bayu Jagat lantas mencari peluang yang bisa dikembangkan di desa sasaran TMMD, sehingga ada nilai lebih. Adalah,  Istri Kades Panggang,  Ny. Sri Susilowati Msi, yang ternyata  seorang  tokoh yang memprakarsai tanaman Hidroponik di Kabupaten Klaten.
Selama ini Ny. Sri Susilowati telah sukses mengembangkan beberapa jenis tanaman yang tidak membutuhkan media tanah dan air yang banyak. Diantaranya,  Selada, Kangkung, Tomat, Daun Mint dan sejumlah tanaman lainnya.
Dan inspirasi tanaman Hidroponik yang ada di Desa Panggang itulah oleh Dandim Bayu Jagat dinilai sebuah peluang yang harus digarap untuk menciptakan nilai tambah di arena TMMD Reguler ke -96.
‘’Tidak ada salahnya kan, saya memikirkan kebutuhan sayuran warga Desa Pangggang yang tahun ini menjadi desa sasaran TMMD Reguler ke-96 Kodim 0723/Klaten,’’ ungkapnya ketika ditemui disela-sela cek lapangan pelaksanaan TMMD komandonya. .
Perlu Didorong
Menurutnya,  tanaman Hidroponik, di Desa Panggang, Kecamatan Kemalang yang telah diprakarsai oleh  Ny. Sri Susilowati Msi, layak sangat perlu didorong pengembangannya. Mengingat di wilayah itu sulit ditemukan sumber air, dan itu yang mengakibatkan warga desa setempat selama ini  sulit untuk  mengembangkan bercocok tanam.
‘’Tanaman dimaksud bisa tumbuh dengan tidak memerlukan air yang banyak, sehingga sangat pas dikembangkan di Desa Panggang khususnya, dan di wilayah Kecamatan Kemalang pada umumnya,’ tandas Dandim Bayu Jagat.
Menurutnya, dengan pengembangan tanaman Hidroponik tersebut, akan dapat meringankan segi ekonomi masyarakat Desa Panggang khusunya di bidang pangan. Melihat potensi wilayah tersebut sangat sulit untuk bercocok tanam.
Gayung bersambut. Ny . Sri Susilowati, Msi. sendiri sudah lama berobsesi bahwa tanaman hirdropnik yang diprakarsainya itu, bisa dikembangkan untuk industri rumahan bagi semua warga Desa Panggang. Menurutnya, jika saja di setiap halaman rumah warga Panggang ada dibudayakan  tanaman hidroponik, minimal kebutuhan sayuran harian masing-masing warga bisa terpenuhi.  ‘’Sementara Pak Dandim Bayu Jagat juga bertekad untuk mendorongnya, kami akan sepakat sekali,’’ ungkapnya.
Sementara itu, potensi tanaman Hidroponik yang diprakarsai oleh istri Kades Panggang, ternyata dipandang positif  juga oleh sejumlah anggota Satgas  TMMD Kodim Klaten.  Dengan berbaurnya TNI dengan masyarakat memang  diharapakan akan terjadi subsidi silang sebagai contoh Sistem Hidroponik tersebut.
Karena personel yang ditugaskan dalam program TMMD di Desa Panggang, adalah dari satuan tempur (Satpur) dan satuan Bantuan tempur (Satbanpur) yang mayoritas masih tinggal di Asrama, mereka berinisiatif  untuk mempelajari tanaman hidroponik. Mereka merencanakan, adanya  hidroponik bisa dimanfaatkan oleh para prajurit guna di implementasikan di satuan nanti. Hal ini cukup masuk akal, mengingat untuk lahan bercocok tanam di asrama juga sangat terbatas.
Istilah hidroponik (hydroponics) digunakan untuk menjelaskan tentang cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Di kalangan umum, istilah ini dikenal sebagai “bercocok tanam tanpa tanah”. Di sini termasuk juga bercocok tanam di dalam pot atau wadah lainnya yang menggunakan air atau bahan porous lainnya, seperti pecahan genting, pasir kali, kerikil, maupun gabus putih.
Dahulu, peneliti yang bekerja di laboratorium fisiologi tumbuhan sering bermain-main dengan air sebagai media tanam dengan tujuan uji coba bercocok tanam tanpa tanah. Sebagian orang menganggap metode itu sebagai aquakultur (bercocok tanam di dalam air). Uji coba tersebut ternyata berhasil dan patut diberi acungan jempol sehingga banyak ahli agronomi yang terus mengembangkan cara tersebut.
Pada perkembangan selanjutnya, media air diganti dengan media yang lebih praktis, efisien dan lebih produktif. Cara kedua ini lebih mendapat sambutan dibandingkan cara yang hanya menggunakan media air. Oleh karenanya, pada perkembangan selanjutnya, teknik itu disebut hidroponik. Hidroponik ini kemudian dikembangkan secara komersial.

Sejarah Hidroponik
Menurut literatur, bertanam secara hidroponik telah dimulai ribuan tahun yang lalu. Seperti diceritakan,  ada taman gantung di Babilon dan taman terapung di Cina yang bisa disebut sebagai contoh Hidroponik.  Di Mesir, India dan Cina, manusia purba sudah kerap menggunakan larutan pupuk organik untuk memupuk semangka, mentimun dan sayuran lainnya dalam bedengan pasir di tepi sungai.
Terakhir pada tahun 1936 istilah hidroponik lahir, istilah ini diberikan untuk hasil dari Dr. WF. Gericke, seorang agronomis dari Universitas California, USA, berupa tanaman tomat setinggi 3 meter yang penuh buah dan ditanam dalam bak berisi mineral hasil uji cobanya.
Sejak itu, hidroponik yang berarti hydros adalah air dan ponics untuk menyebut pengerjaan atau bercocok tanam, dinobatkan untuk menyebut segala aktivitas bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai tempat tumbuhnya.
Gericke ini menjadi sensasi saat itu, foto dan riwayat kerjanya menjadi headline surat kabar, bahkan ia sempat dinobatkan menjadi orang berjasa abad 20. Sejak itu, hidroponik tidak lagi sebatas skala laboratorium, tetapi dengan teknik yang sederhana dapat diterapkan oleh siapa saja termasuk ibu rumah tangga. Jepang yang kalah dari sekutu dan tanahnya tandus akibat bom atom, pada tahun 1950 secara gencar menerapkan hidroponik. Kemudian negara lain seperti irak, Bahrain dan negara-negara penghasil minyak yang tanahnya berupa gurun pasir dan tandus pun ikut menerapkan hidroponik. (widi)

Minggu, 12 Juni 2016

TMMD Kodim Klaten Berhasil Membangun Jalan Beton Sepanjang 1.596 Meter

KLATEN -- Warga Desa Panggang Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten terus menuai manfaat dari pelaksanaan TMMD Reguler ke-96 Kodim 0723/Klaten.
Di sejumlah kehidupan sehari-hari, mereka merasakan perubahan yang signifikan pasca pelaksanaan TMMD reguler ke- 96 Kodim Klaten tersebut.
‘’Di berbagai kesempatan, banyak warga kami sering bertutur sekaligus berharap, kapan ada TMMD lagi dari Kodim Klaten ? Lucu memang kedengarannya. Tetapi itulah kepolosan warga sebagai ungkapan apa yang dirasakan saat ini setelah digelar TMMD di desa kami,’’ kata Kades Panggang, Nandang Nuryanto, Sabtu (11/6).
Diketahui, banyak hal yang telah dilakukan di program TMMD Kodim Klaten, dimana melibatkan anggota TNI sebanyak 110 orang juga sedikitnya 65 warga setempat di setiap harinya.  Mulai betonisasi, rehab Rumah Tidak Layak Huni (RLTH) sejumlah warga, jambanisasi dan rehab tempat ibadah (masjid).
Menurut Kades, kini ada sisi manfaat lain pasca TMMD, yakni meningkatnya semangat gotong royong di tengah-tengah masyarakat Desa Panggang, yang sebelumnya sudah memudar.
Di proyek fisik betonisasi jalan sepanjang 1.596 M, lebar 3 meter, dan dengan ketebalan 0,1 meter, banyak yang diapresiasi warga dan petinggi desa Panggang maupun Kecamatn Kemalang. Bukan berarti mengenyampingkan sasaran fisik lainnya, seperti rehap 10 Rumah Tidak Layak Huni di Desa Panggang sebanyak 10 KK dan jambanisasi.
Susanto, seorang warga Desa Panggang mengatakan, jalan kini sudah baik, otomatis transportasi warga untuk menjual hasil panenan kebunnya semakin mudah. ‘’Kini warga bisa menjual hasil kebunnya menggunakan sepeda motor. Sebaliknya para pedagang dari luar sekarang langsung bisa masuk untuk membeli hasil kebun warga,” katanya.
Senada dikatakan Mbah Tontro (67), warga Desa Panggang lainnya. Menurutnya, sebelum ada TMMD, karena kondisi jalan jelek warga harus memikul atau menggendong dagangan hasil buminya kalau ingin menjualnya di pasar kecamatan memotong jalur supaya dekat, " katanya.
Sementara Suyitno, juga warga desa Panggang merasa bangga dengan adanya kegiatan TMMD ini, apalagi sejak kediamannya direhab dengan tembok, dia bersama keluarga tidak lagi merasa kan kedinginan jika turun salju.
“Ssetelah rumah kami dibangun TNI dan warga melalui TMMD, dimana dinding sudah tembok, tidak lagi papan, kami tidak takut lagi jika sewaktu-waktu rurun salju dari puncak Merapi ,’’ katanya.
Jalur Evakuasi
Sementara Dandim 0723/Klaten, Letkol Inf. Bayu Jagat menyatakan, jika betonisasi jalan yang dikerjakan oleh TNI Kodim 0723/Klaten melalui program TMMD Reguler ke-96 tahun 2016, di jangka panjang fungsinya sangat vital, yakni menambah jalur evakuasi warga, apabila sewaktu-waktu gunung merapi meletus.
Dandim Bayu Jagat juga berpesan kepada warga hendaknya dapat merawat dan menjaga apa yang sudah dilaksanakan dan dibangun selama kegiatan TMMD berlangsung.
‘’Pesan kami, jaga dan rawatlah apa yang telah dihasilkan TMMD Kodim Klaten. Sehingga azas manfaat akan terus dirasakan waraga masyarakat,’’ pesan Dandim Bayu Jagat.
Diketahui, Desa Panggang termasuk salah satu desa yang masuk dalam zona daerah terdampak bencana Gunung Merapi. Seperti dikemukakan, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kemalang, Harjoko ST MT.
Dengan adanya jalan baru yang dikerjakan melalui program TMMD Kodim Klaten itu kelak akan mempermudah evakuasi warga yang ada di dukuh tersebut apabila sewaktu waktu terjadi erupsi GunungMerapi.
‘’Jalan yang sekarang sudah berbeton, lebar, dulunya hanya jalan setapak. Sekarang, pasca TMMD, kendaraan roda empat bisa langsung masuk ke dukuh yang paling dalam di Desa Panggang,’’ kata Harjoko. (widi)

Sabtu, 11 Juni 2016

TMMD Bisa Tingkatkan Perekonomian Warga

KLATEN -  Ini salah satu dampak yang sudah dirasakan warga Desa Panggang, Kecamatan Kemalang terkait perlaksanaan TMMD Kodim Klaten  di desa setempat. Yakni, dengan telah dibangunnya jalan dengan konstruksi beton (salah satu sasaran proyek fisik TMMD Kodim Klaten), warga mengakui bahwa jalan itu bisa berdampak meningkatnya ekonomi pedesaan.

Susanto, salah satu warga Desa Panggang, mengungkapkan, dengan dibangunnya jalan oleh TNI Kodim Klaten bersama-sama warga kini  dampaknya sangat disarakan oleh warga masyarakat. Satu contoh nyata,  dengan baiknya  jalan,  transportasi bisa tramportasi untuk menjual hasil kebun warga semakin mudah.

‘’Kini  warga   bisa menjual hasil kebunnya  dengan   menggunakan sepeda motor bahkan para pedagangpun langsung bisa masuk untuk membeli hasil kebun warga.  Tidak sepertidulu sebelum ada TMMD, warga harus memikul atau menggendong dagangan hasil buminya  kalau ingin memotong  jalur supaya dekat, "  ungkap,  Mbah Tontro (67), yangjuga warga Desa Panggang,  ketika ditemuidi rumahnya, Jumat (10/6/2016). (widi)

" Betonisasi Jalan Mudahkan Evakuasi Warga Saat Merapi Meletus "

KLATEN – Betonisasi jalan yang dikerjakan oleh TNI Kodim 0723/Klaten melalui program TMMD Reguler ke-96 tahun 2016,  dalam jangka pendek akan memperlacar perekonomian yang ada di Desa Panggang, Kecamatan Kemalang  (desa sasaran TMMD Kodim Klaten). 

Dibalik itu semua,  di jangka  jangka panjang manfaat  betonisasi  jalan tersebut  sangan vital,  karenamemang juga difokuskan untuk   menambah jalur evakuasi warga apabila sewaktu-waktu gunung merapi meletus.

Kades Panggang, Nandang Nuryanto menjelaskan,  bahwa  Desa Panggang termasuk salah satu desa  yang   masuk dalam zona daerah terdampak bencana Gunung Merapi. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Sekcam Kemalang,   Harjoko ST.MT.

"Dengan adanya jalan baru yang dikerjakan melalui program TMMD Kodim Klaten,  maka  kelak  akan mempermudah evakuasi  warga yang ada di dukuh tersebut apabila sewaktu waktu terjadi erupsi GunungMerapi. 

Karena dulunya jalan yang dibangun TNI bersama warga itu   hanya jalan setapak. Sekarang, pasca TMMD,  kendaraan rodan empat  bisa langsung masuk ke dukuh yang paling dalam di Desa Panggang,’’  ungkap  Sekcam Kemalang,   Harjoko ST.MT. (widi)

" Jalanan Berlumpur Sudah Bisa Dilewati Mobil Sekarang "

KLATEN -  Sejumlah proyek fisik di TMMD Kodim Klaten, sangat bermanfaat bagi warga Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, yang dijadikan desa sasaran TMMD. Baik itu, jambansiasi, rehab Rumah RTLH maupun rehab Masjid.

Hanya saja, di antara sejumlah poryek fisik di TMMD Kodim Klaten,  proyek betonisasi di Dukuh Suren,  Desa  Panggang,  mafaat yang dirasakan warga  melebihi jika dibanding proyek-proyek   fisik lainnya.

Hal itu disebabkan,   jalan beton  yang dibangun TNI bersama warga di TMMD Regler tahun 2016 itu memang benar-benar skala prioritas bagi  kepentingan warga Panggang.  Pasalnya,  jalan tersebut  menghubungan warga Dukuh  Suren ke Jalan Raya Balerante.  

Menurut   Suwono ,  seorang tokoh masyarakat  Desa Panggang, jalan yang sekarang sudah mulus berkat TMMD,  sebelumnya   di setiap musim penghujan jalan  selalu berlumpur, sehingga tidak bisa dilewati oleh sepeda, motor, apalagi mobil. 

 ‘’Selaku tokoh masyarakat di desa sini (Panggang –Red), kami   mengucapkan beribu-ribu terimakasih, atas kepedulian TNI yang ikut mendorong pembangunan di desa Panggang,’’ ungkapnya.

Harapkan Bimbingan

Dia mengungkapkan,  tidak tahu lagi harus dengan apa mengucapkan terimakasih kepada bapak-bapak TNI Kodim Klaten,  instansi terkait.   ‘’Ke depan kami tidak ingin komunikasi terhenti setelah TMMD usai.  Melainkan, dorongan, bimbingan dari semua saja sangat kami harapkan,” harap   Suwono

Sementara itu terpisah,   Danki Satgas TMMD Kodim Klaten,  Kapten Inf. Jatmiko mengemukakan,  bahwa pihaknya  tidak lupa juga  mengucapan banyak terimakasih kepada warga Desa Panggang yang telah memberikan dukungan secara all out selama pelaksanaan TMMD.

‘’Mewakili seluruh anggota Satgas TMMD,  Kapten Inf.  Jatmiko  menyampaikan permintaan maaf apabila selama melaksanakan TMMD   ada kesalahan.  Sama,  harapan kami semoga hubungan ini tidak hanya sampai disini, ” ungkap Kapten Jatmiko.   (widi)

Warga yang Biasanya Kedinginan Karena Kabut Merapi Bisa Merasa Lega

KLATEN -  Sebanyak 10 rumah warga Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, seolah mendapat rejeki nomplok, menyusul rumah mereka direhap  melalui  TMMD Reguler ke-96 Kodim 0723/Klaten  yang baru saja usai tangal 1 Juni 2016 lalu. 

Banyak cerita yang menyeruak dari para warga yang rumahnya kini menjadi layak huni setelah dibangun oleh TNI bersama-sama warga setempat. Yang paling sangat dirasakan adalah, di saat hari raya yang sebentar lagi akan datang itu,  mereka akan berkumpul  dengan handai taulan dengan rumah yang lebih bagus, lebih bersih, dan lebih layak.
Adalah  Suyitno,  warga Dukuh Bunder  Rt/Rw 03/05,  Desa  Panggang, dimana  dia  termasuk salah satu  warga Desa Panggang   yang ketiban rejeki,  menyusul rumahnya  direhab oleh TNI Kodim Klaten melalui program  TMMD.  ‘’Kalau ditanya tanggapannya,  ya tentu saya senang,’’ ungkapnya ketika ditemui  di rumahnya,  Senin Sabtu (11/06/2016).
Dulu sebelum direhab/ dibangun, ungkap Suyitno,   dinding rumahnya  terbuat dar papan kayu dan sudah tidak asing lagi,  jika  malam hari tiba hawa terasa dingin memasuki rumah.  Terlebih saat turun salju, karena rumah dari papan, hawa dngin serasa menusuk hingga ke tulang. Padahal di Desa  Panggang  Panggang  sering  turun kabut dari puncak Merapi.

‘’Saat ini setelah rumah kami dibangun TNI dan warga melalui TMMD,  dimana dinding sudah tembok, tidak lagi papan, kami  tidak takut lagi jika sewaktu-waktu rurun salju dari puncak Merapi , ’’ ungkap  Suyitno.

Dinilai Rejeki

Lain halnya dengan yang diungkapkan,   Ny,   walimin (60),  seorang warga Desa  Panggang, yang rumahnya juga  ikut mendapat jatah direhab oleh TNI melalui program TMMD. Ketika ditemui di rumahnya, Sabtu  (06/06, 2016),  dia  mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang maha Esa karena  keluarganya  telah dibuatkan rumah melalui   program TMMD.  ‘’Ini merupakan rejeki dari Tuhan  Yang Maha Kuasa melalui  perantara bapak- bapak TNI Kodim Klaten,’’ ungkapnya.

Sembari ditambahkan, bayangan  di hari Raya Idul Fitri nanti akan ceria bersama sanakkeluarga pasti terwujud. Tidak lagi takut bocor jika turun hujan, karena kini atap rumahnya telah dibangun begitu sempurna saat TMMD. 

Terpisah, Dandim 0723/Klaten, Letkol Inf. Bayu Jagat menandaskan, bahwa selama TMMD di Desa Panggang, prajurit sudah berbuat yang terbaik untuk masyarakat.

‘’Pesan kami, jaga dan raatlah apa yang telah dihasilkan TMMD Kodim Klaten. Sehingga azas manfaat akan terus dirasakan waraga masyarakat,’’ pesan Dandim Bayu Jagat. (widi)

Betonisasi Jalan Mudahkan Transportasi Warga Desa Panggang

KLATEN – Sejumlah proyek fisik di TMMD Kodim Klaten, sangat bermanfaat bagi warga Desa Panggang Kecamatan Kemalang, yang dijadikan desa sasaran TMMD. Baik itu, jambansiasi, rehab Rumah RTLH maupun rehab Masjid.

Di antara sejumlah poryek fisik di TMMD Kodim Klaten, proyek betonisasi di Dukuh Suren Desa Panggang, mafaat yang dirasakan warga melebihi jika dibanding proyek-proyek fisik lainnya. Itu disebabkan, jalan beton yang dibangun TNI bersama warga di TMMD Reguler tahun 2016 memang benar-benar skala prioritas bagi kepentingan warga Panggang yang menghubungan warga Dukuh Suren ke Jalan Raya Balerante.
Suwono, seorang tokoh masyarakat Panggang, mengatakan jalan yang sekarang sudah mulus berkat TMMD, sebelumnya di setiap musim penghujan jalan selalu berlumpur, sehingga sangat sulit dilewati sepeda, motor, apalagi mobil.
 ‘Mewakili masyarakat kami mengucapkan terimakasih banyak atas kepedulian TNI yang ikut mendorong pembangunan terlebih lagi desa Panggang yang dahulu terisolir sekarang jauh lebih maju apalagi kendaraan roda empat sudah bisa melintas dengan lancar,” katanya.
Danki Satgas TMMD Kodim Klaten, Kapten Inf Jatmiko mengemukakan, pihaknya juga merasa bangga dengan warga masyarakat desa Panggang terlebih lagi warga desa yang sudah memberikan dukungan secara all out selama pelaksanaan TMMD berlangsung.
 ‘’Harapan kami semoga hubungan ini tidak hanya sampai disini dan terus dilanjutkan,” katanya. (widi)

Menuai Manfaat Dari TMMD Kodim

KLATEN - Warga Desa Panggang Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten terus menuai manfaat dari pelaksanaan TMMD Reguler ke-96 Kodim 0723/Klaten. Di sejumlah kehidupan sehari-hari, mereka merasakan perubahan yang signifikan pasca pelaksanaan TMMD reguler ke- 96 Kodim Klaten.

‘’Di berbagai kesempatan, banyak warga kami sering bertutur sekaligus berharap, kapan ada TMMD lagi dari Kodim Klaten ? Lucu memang kedengarannya. Tetapi itulah kepolosan warga sebagai ungkapan apa yang dirasakan saat ini setelah digelar TMMD di desa kami,’’ kata Kades Panggang, Nandang Nuryanto, Sabtu (11/6).

Diketahui, banyak hal yang telah dilakukan di program TMMD Kodim Klaten, dimana melibatkan anggota TNI sebanyak 110 orang juga sedikitnya 65 warga setempat di setiap harinya. Itu. Muali betonisasi, rehab Rumah Tidak Layak Huni (RLTH) sejumlah warga, jambanisasi dan rehab tempat ibadah (masjid).

Menurut Kades, kini ada sisi manfaat lain pasca TMMD, yakni meningkatnya semangat gotong royong di tengah-tengah masyarakat Desa Panggang, yang sebelumnya terasa muali memudar.
Di proyek fisik betonisasi jalan sepanjang 1.596 M, lebar 3 meter, dan dengan ketebalan 0,1 meter, banyak yang diapresiasi warga dan petinggi desa Panggang maupun Kecamatn Kemalang. Bukan berarti mengenyampingkan sasaran fisik lainnya, seperti rehap 10 Rumah Tidak Layak Huni di Desa Panggang sebanyak 10 KK dan jambanisasi.

Susanto, seorang warga Desa Panggang mengatakan, jalan kini sudah baik, otomatis transportasi warga untuk menjual hasil panenan kebunnya semakin mudah. ‘’Kini warga bisa menjual hasil kebunnya menggunakan sepeda motor. Sebaliknya para pedagang dari luar sekarang langsung bisa masuk untuk membeli hasil kebun warga,” katanya.

Senada dikatakan Mbah Tontro (67), warga Desa Panggang lainnya. Menurutnya, sebelum ada TMMD, karena kondisi jalan jelek warga harus memikul atau menggendong dagangan hasil buminya kalau ingin menjualnya di pasar kecamatan memotong jalur supaya dekat, " katanya.

Sementara Suyitno, juga warga desa Panggang merasa bangga dengan adanya kegiatan TMMD ini, apalagi sejak kediamannya direhab dengan tembok, dia bersama keluarga tidak lagi merasa kan kedinginan jika turun salju.

“Ssetelah rumah kami dibangun TNI dan warga melalui TMMD, dimana dinding sudah tembok, tidak lagi papan, kami tidak takut lagi jika sewaktu-waktu rurun salju dari puncak Merapi ,’’ katanya.

Jalur Evakuasi

Sementara Dandim 0723/Klaten, Letkol Inf. Bayu Jagat menyatakan, jika betonisasi jalan yang dikerjakan oleh TNI Kodim 0723/Klaten melalui program TMMD Reguler ke-96 tahun 2016, di jangka panjang fungsinya sangat vital, yakni menambah jalur evakuasi warga, apabila sewaktu-waktu gunung merapi meletus.

Dandim Bayu Jagat juga berpesan kepada warga hendaknya dapat merawat dan menjaga apa yang sudah dilaksanakan dan dibangun selama kegiatan TMMD berlangsung.

‘’Pesan kami, jaga dan rawatlah apa yang telah dihasilkan TMMD Kodim Klaten. Sehingga azas manfaat akan terus dirasakan waraga masyarakat,’’ pesan Dandim Bayu Jagat.

Diketahui, Desa Panggang termasuk salah satu desa yang masuk dalam zona daerah terdampak bencana Gunung Merapi. Seperti dikemukakan, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kemalang, Harjoko ST MT.




Dengan adanya jalan baru yang dikerjakan melalui program TMMD Kodim Klaten itu kelak akan mempermudah evakuasi warga yang ada di dukuh tersebut apabila sewaktu waktu terjadi erupsi GunungMerapi. ‘’Jalan yang sekarang sudah berbeton, lebar, dulunya hanya jalan setapak. Sekarang, pasca TMMD, kendaraan rodan empat bisa langsung masuk ke dukuh yang paling dalam di Desa Panggang,’’ kata Harjoko.  (Widi)

Jumat, 10 Juni 2016

Jalanan Yang Berlumpur Kini Sudah Bisa Dilewati

KLATEN - Sejumlah proyek fisik di TMMD Kodim Klaten, sangat bermanfaat bagi warga Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, yang dijadikan desa sasaran TMMD. Baik itu, jambansiasi, rehab Rumah RTLH maupun rwhab Masjid. Hanya saja, di antara sejumlah poryek fisik di TMMD Kodim Klaten, proyek betonisasi di Dukuh Suren, Desa Panggang, mafaat yang dirasakan warga melebihi jika dibanding proyek-proyek fisik lainnya.Hal itu disebabkan, jalan beton yang dibangun TNI bersama warga di TMMD Regler tahun 2016 itu memang benar-benar skala prioritas bagi kepentingan warga Panggang. Pasalnya, jalan tersebut menghubungan warga Dukuh Suren ke Jalan Raya Balerante. Menurut Suwono , seorang tokoh masyarakat Desa Panggang, jalan yang sekarang sudah mulus berkat TMMD, sebelumnya di setiap musim penghujan jalan selalu berlumpur, sehingga tidak bisa dilewati oleh sepeda, motor, apalagi mobil. ‘’Selaku tokoh masyarakat di desa sini (Panggang –Red), kami mengucapkan beribu-ribu terimakasih, atas kepedulian TNI yang ikut mendorong pembangunan di desa Panggang,’’ ungkapnya. Dia mengungkapkan, tidak tahu lagi harus dengan apa mengucapkan terimakasih kepada bapak- bapak TNI Kodim Klaten, instansi terkait. ‘’Ke depan kami tidak ingin komunikasi terhenti setelah TMMD usai. Melainkan, dorongan, bimbingan dari semua saja sangat kami harapkan,” harap Suwono Sementara itu terpisah, Danki Satgas TMMD Kodim Klaten, Kapten Inf. Jatmiko mengemukakan, bahwa pihaknya tidak lupa juga mengucapan banyak terimakasih kepada warga Desa Panggang yang telah memberikan dukungan secara all out selama pelaksanaan TMMD. ‘’Mewakili seluruh anggota Satgas TMMD, Kapten Inf. Jatmiko menyampaikan permintaan maaf apabila selama melaksanakan TMMD ada kesalahan. Sama, harapan kami semoga hubungan ini tidak hanya sampai disini, ” ungkap Kapten Jatmiko. (widi)

Betonisasi Jalan Hasil TMMD Mempermudah Evakuasi Jika Merapi Meletus

KLATEN – Betonisasi jalan yang dikerjakan oleh TNI Kodim 0723/Klaten melalui program TMMD Reguler ke-96 tahun 2016, dalam jangka pendek akan memperlacar perekonomian yang ada di Desa Panggang, Kecamatan Kemalang (desa sasaran TMMD Kodim Klaten). Dibalik itu semua, di jangka jangka panjang manfaat betonisasi jalan tersebut sangan vital, karenamemang juga difokuskan untuk menambah jalur evakuasi warga apabila sewaktu-waktu gunung merapi meletus. Kades Panggang, Nandang Nuryanto menjelaskan, bahwa Desa Panggang termasuk salah satu desa yang masuk dalam zona daerah terdampak bencana Gunung Merapi. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Sekcam Kemalang, Harjoko ST.MT. Dengan adanya jalan baru yang dikerjakan melalui program TMMD Kodim Klaten, maka kelak akan mempermudah evakuasi warga yang ada di dukuh tersebut apabila sewaktu waktu terjadi erupsi GunungMerapi. Karena dulunya jalan yang dibangun TNI bersama warga itu hanya jalan setapak. Sekarang, pasca TMMD, kendaraan rodan empat bisa langsung masuk ke dukuh yang paling dalam di Desa Panggang,’’ ungkap Sekcam Kemalang, Harjoko ST.MT. (widi)

Perekonomian Warga Meningkat Setelah TMMD

KLATEN - Ini salah satu dampak yang sudah dirasakan warga Desa Panggang, Kecamatan Kemalang terkait perlaksanaan TMMD Kodim Klaten di desa setempat. Yakni, dengan telah dibangunnya jalan dengan konstruksi beton (salah satu sasaran proyek fisik TMMD Kodim Klaten), warga mengakui bahwa jalan itu bisa berdampak meningkatnya ekonomi pedesaan. Susanto, salah satu warga Desa Panggang, mengungkapkan, dengan dibangunnya jalan oleh TNI Kodim Klaten bersama-sama warga kini dampaknya sangat disarakan oleh warga masyarakat. Satu contoh nyata, dengan baiknya jalan, transportasi bisa tramportasi untuk menjual hasil kebun warga semakin mudah. ‘’Kini warga bisa menjual hasil kebunnya dengan menggunakan sepeda motor bahkan para pedagangpun langsung bisa masuk untuk membeli hasil kebun warga. Tidak sepertidulu sebelum ada TMMD, warga harus memikul atau menggendong dagangan hasil buminya kalau ingin memotong jalur supaya dekat, ungkap, Mbah Tontro (67), yangjuga warga Desa Panggang, ketika ditemuidi rumahnya, Jumat (10/6/2016). (Widi)

TMMD Membuat Rasa Gotong Royong Warga Meningkat

KLATEN - TMMD reguler ke- 96 Kodim Klaten yang digulirkan sejak 3 Mei - 1 Juni 2016 dengan sasaran Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, telah usai sepekan lalu. Dalam kegiatan tersebut, selain melibatkan anggota TNI sebanyak 110 orang juga sedikitnya 65 warga, di setiap harinya. Kini seminggu sudah berlalu, hasil nyata sudah tergelar dan dapat dinikmati oleh masyarakat. Baik itu betonisasi, rehab Rumah Tidak Layak Huni (RLTH), jambanisasi dan rehab tempat ibadah. Di kegiatan itu semua, ternyata ada hikmah yang cukup besar didapat, yakni meningkatnya semangat gotong royong di tengah-tengah masyarakat Desa Panggang, Kecamatan Kemalang. Hal itu, terjadi, dengan adanya kebersamaan yang terbentuk selama kegiatan TMMD, secara tidak langsung akan menumbuhkan rasa gotong royong. Kades Panggang, Nandang Nuryanto membenarkan adanya semnagat gotong royong yang ada di tengah-tengah warganya. ‘’ Di momen yang tepat yaitu bulan Ramandhan ini semakin kelihatan kebersamaan warga kami disini. Semua ini tidak lepas dari dampak kebersamaan selama kegiatan TMMD dilaksanakan",’’ beber Nandang Nuryanto. (widi)

EKONOMI DESA MENINGKAT KARENA TMMD

KLATEN -  meningkatnya perekonomian warga Desa Panggang, Kecamatan Kemalang terkait perlaksanaan TMMD Kodim Klaten  menjadi salah satu keuntungan warga. Yakni, dengan telah dibangunnya jalan dengan konstruksi beton (salah satu sasaran proyek fisik TMMD Kodim Klaten), warga mengakui bahwa jalan itu bisa berdampak meningkatnya ekonomi pedesaan.

Susanto  mengungkapkan, dengan dibangunnya jalan oleh TNI Kodim Klaten bersama-sama warga kini  dampaknya sangat disarakan oleh warga masyarakat. Satu contoh nyata,  dengan baiknya  jalan,  transportasi bisa tramportasi untuk menjual hasil kebun warga semakin mudah.

‘’Kini  warga   bisa menjual hasil kebunnya  dengan   menggunakan sepeda motor bahkan para pedagangpun langsung bisa masuk untuk membeli hasil kebun warga.  Tidak sepertidulu sebelum ada TMMD, warga harus memikul atau menggendong dagangan hasil buminya  kalau ingin memotong  jalur supaya dekat, "  ungkap,  Mbah Tontro (67), yangjuga warga Desa Panggang,  ketika ditemuidi rumahnya, Jumat (10/6/2016). (widi)

Kamis, 09 Juni 2016

Mengambil Hikmah TMMD Kali Ini

TMMD reguler 96 Kodim Klaten telah digulirkan selama satu bulan yaitu TMT 03 Mei s.d. 01 Juni 2016 dengan sasaran di desa Panggang Kec. Kemalang Kab. Klaten. Dalam kegiatan ini selain melibatkan TNI sebanyak 110 orang juga 65 warga untuk setiap hari dalam pengerjaannya. Seminggu sudah berlalu, hasil nyata sudah tergelar dan dapat dinikmati oleh masyarakat baik betonisasi, RTLH (Rehab Rumah Tidak Layak Huni), jambanisasi dan rehab tempat ibadah yaitu masjid Al Jami' yang ada di desa Panggang, Kec. Kemalang Kab. Klaten. Dari program ini ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan setelah satu minggu berlalu ini.


Rasa gotong royong
Dengan adanya kebersamaan yang terbentuk selama kegiatan TMMD, secara tidak langsung sudah memumupuk rasa gotong royong yang ada di wilayah desa Panggang. Selaras dengan apa yang disampaikan oleh bapak kepala desa panggang Nandang Nuryanto "Momen yang tepat yaitu bulan Romandhon juga semakin kelihatan kebersamaan warga kami disini, semua ini tidak lepas dari dampak kebersamaan selama kegiatan TMMD dilaksanakan".
Ekonomi pedesaan
Ditengah sulitnya perekonomian warga dengan di bukanya jalan baru khususnya yang ada di Dk. Bunder dampak ini sangat dirasakan oleh masyarakatnya, karena tramportasi untuk menjual hasil kebun dan yang ada semakin mudah, "Kita bisa menjual hasil kebun kita menggunakan sepeda motor bahkan para pedagangpun langsung bisa masuk untuk membeli hasil kebun kami, tidak seperti dahulu kami harus memikul atau menggendong dagangan kami kalau pingin jalur yanh dekat" bilang mbah Tontro ketika ditemui tim dari Kodim Letda Arhanud Warsono.
Jangka panjang
Jelas untuk jangka panjang manfaat dari kegiatan TMMD ini terutama betonisasi yang ada adalah untuk menambah jalur evakuasi apabila gunung merapi meletus. Karena kita ketahui bahwa desa Panggang adalah masuk dalam zona daerah terdampak bencana gunung merapai. "Dengan adanya jalan baru ini maka akan mempermudah evakuasi untuk warga yang ada di dukuh tersebut, karena dulunya jalan ini hanya jalan setapak, sekarang mobil pun bisa langsung masuk ke dukuh yang paling dalam" demikian penyampaian Sekcam Kemalang Harjoko ST.MT.(widi)

Ucapan Terimakasih Atas TMMD di Desa Panggang

KLATEN - Bukan bermaksud mengecil proyek fisik lainnya, hanya saja di proyek betonisasi di Dk. Suren, antusias warga melebihi jika dibanding proyek fisik lainnya. Ini disebabkan, jalan yang dibangun TNI bersama warga itu memang benar-benar skala prioritas dari kaca mata kepentingan warga.

Pasalnya, jalan tersebut  menghubungan warga Dk. Suren ke Jalan Raya Balerante. Dimana, kondisi jalan itu sebelumnya,  di setiap musim penghujan selalu berlumpur, sehingga tidak bisa dilewati oleh sepeda, motor, apalagi mobil.

Menyusul berakhirnya TMMD reguler ke- 96 Kodim Klaten Pak Suwono , selaku Tokoh Masyarakat di desa setempat, mengucapkan beribu-ribu terimakasih, atas kepedulian TNI yang ikut mendorong pembangunan di desanya.

''‘Kami tidak tahu lagi harus dengan apa mengucapkan terimakasih kepada bapak-bapak TNI, dan instansi terkait. Ke depan kami tidak ingin komunikasi terhenti setelah TMMD usai. Melainkan, dorongan, bimbingan dari semua saja sangat kami harapkan,” ungkap Pak Suwono

Di lain itu Danki Satgas TMMD,  Kapten Inf Jatmiko,  tak lupa mengucapan banyak terimakasih kepada warga Desa Panggang yang telah memberikan dukungan secara all out.

Mewakili seluruh anggota Satgas TMMD,  Kapten Inf Jatmiko  menyampaikan permintaan maaf apabila selama melaksanakan TMMD   ada kesalahan.  ‘’Harapan kami semoga hubungan ini tidak hanya sampai disini, ” ungkapnya. (widi)

Rabu, 08 Juni 2016

Proyek Jambanisasi TMMD Membuat Warga Lebih Sehat

KLATEN - Dampak proyek fisik TMMD Reguler ke-96 Kodim 0723/?Klaten kini benar-benar dirasakan oleh warga Desa Panggang, Kecamatan Kemalang. Jika proyek fisik prioritas, yakni betonisasi jalan, keseluruhan warga Panggang merasakan dampak posiitifnya, bahwa warga disekitarnya, karena kelak jalan itu bisa digunakan untuk jalur evakuasi jika sewaktu-waktu Gunung Merapi alami erupsi. Sementara itu untuk proyek fisik lainnya, yakni pembuatan jamban bagi keluarga kurang mampu di Desa Panggang yang selama ini belum mempunyai jamban, benar-benar dirasakan langsung oleh warga penerima. Tidak bagi penerima program jambanisasi dari TNI Kodim Klaten saja, melainkan lingkungan secara umum, terutama di Desa Panggang juga sangat diuntungkan. Karena, dengan program jambanisasi bagi sejumlah warga di Panggang itu, otomatis akan mengubah pola hidup sehat lingkungan.
‘‘Minimal bagi warga yang kini sudah berjamban tidak lagi BAB di sembarang tempat,’’ tandas Kepala Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, Nandang Nuryanto, Rabu (07/06/2016). Menurutnya, dengan berubahnya pol hidup yang menuju kesehatan itu, BAB tidak sembarang tempat, praktis penyebaran penyakit, seperti diare atau perut lainnya tidak mudah terjangkait di Desa Panggang. ‘’Banyak hikmah dan dampak positif pelaksanaan TMMD Kodim Katen di desa kami. Dampak nyata yang dirasakan warga, sasaran dan fasilitas yg dibangun oleh satgas TMMD , terutama betoniasi, kini sudah dirasakan dan digunakan oleh warga Panggang. Cotoh, untuk mencari pakan ternak yang semula harua bergelut dengan jeleknya jalan, kini mereka nyaman saat melalui jalan yang sudah dibeton,’’ tambah Kades Nandang. Sementara itu, Panut (53), warga Rt 01/Rw01, Dukuh Tegal Gading, Dea Panggang, salah satu warga yg mendapatkan program jambanisasi, ketika ditemui di rumahnya Rabu (07/06/2015 dia menyatakan sangat senang sekali dengan telah dibuatkan jamban oleh TNI Kodim Klaten bersama warga. ‘’Saya itu sudah lama ingin memiliki jamban yangg bagus seperti milik tetangga yangg lain, Alhamdulillah keinginan itu kini menjadi kenyataan berkat TMMD Kodim Klaten,’’ beber Panut. (widi)

Mesjid Kini Lebih Luas Berkat TMMD

KLATEN – Dampak TMMD Reguler ke-96 Kodim 0723/Klaten, benar-benar dirasakan oleh umat muslim di Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, di hari puasa yang telah menginjak hari ke-3, Rabu (8/06/2016). Yakni, jika tahun-tahun sebelumnya di setiap bulan Ramadhan, masjid “Al Jami” yang ada di Desa Panggang tidak mampu menampung jamaah warga disaat shalat Tarawih, kini sejak masjid dibangun oleh TNI Kodim Klaten melalui program TMMD Reguler ke-96, semuanya pesoalan tersebut teratasi. Menurut penuturan, Purwanto, warga Tegal gading Rt 01/Rw 01, yang takmir masjid Al Jami saat ini setelah direhab oleh TNI bersama-sama warga, selain masjid menjadi bagus juga menjadi lebih luas. ‘’Terimakasih kepada semuanya, terutama TNI KodimKlaten,’’ungkap Purwanto, ketika ditemui dikediamannya, Rabu (08/06/2016). Dengan luasnya masjid saat ini, lanjut Purwanto, kini masjid bisa menampung seluruh jamaah yang ada. ‘’Tidak seperti Ramadhan-Ramadhan sebelumnya, saat shalat Tarawih harus memasang deklit di depan masjid, karena jamaah memang tidak tertampung lagi. (widi)

Minggu, 05 Juni 2016

Sebagai Kenang-Kenangan TMMD, Para Prajurit TNI Foto Bareng dengan Warga

KLATEN - Rasa cinta, kesepian dan kehilangan, karena selama pelaksanaan TMMD Kodim Klaten antara warga dengan prajurit Satgas TMMD sudah seperti keluarga, dirasakan oleh sejumlah warga Desa Panggang, Kecamatan Kemalang. Hanya saja saat ini rasa kehilangan warga tersebut bisa terobati, menyusul, di sejumlah rumah warga, terutama yang sempat ditempati para prajurit, dilukis dengan lambang sebuah kesatuan dari para prajurit anggota satgas TMMD. ‘’Itu rumah saya dilukis oleh salah seorang prajurit anggota Satgas TMMD dengan lambang kesatuan. Sebagai kenang-kenangan dan obat rindu kalau misal kangen dengan suasana TMMD. Selain itu kami juga sempat foto bersama,’’ ungkap Jarwo, salah seorang warga Desa Panggang. (widi)

Terasa Berat Berpisah Dengan Prajurit Yang Selalu Membantu Warga

KLATEN – Pasca pelaksanaan TMMD Reguler ke-96 Kodim 0723/Klaten, warga Desa Panggang,Kecamatan Kemalang, Klaten, merasa kesepian dan kehilangan, enyusul para prajurit anggota Satgas TMMD sudah pulang kembali ke kesatuannya masing-masing.Kaur Pembangunan Desa Panggang, Sunyoto mengemukakan, bahwa sepeninggal para TNI di Desa Panggang, setelah TMMD Kodim Klaten secara resmi ditutup rabu (01/06/2016) lalu, situasi desa terasa sepi. ‘’Terus terang kami merasakan suasan yang begitu sepi. Namun demikian warga Desa Panggang juga bisa memaklumi, karena para parajurit TNI itu kembali ke kesatuannya masing-masing demi menunaikan tugas besar yang lain.’’ Ungkap Sunyoto. Hal senada juga dikemukakan, Yadi Prayitno. warga Dukuh Randupayung, Desa Panggang, ‘’kami sudah merasa sepeti keluarga dengan bapak-bapak TNI selama pelaksanaan TMMD di desa kami. Wajar kalau kami dan warga lainnya merasakehilangan,’’ beber Yadi Prayitno. (widi)

Sabtu, 04 Juni 2016

Usai Penutupan TMMD, Nyanyian Pengobar Semangat Dinyanyikan Sebagai Tanda Perpisahan

KLATEN – Ini sebuah memori yang tak akan terlupan sepanjang masa. Sesaat upacara penutupan TMMD Reguler Kodim Klaten, (1/6/2016) lalu akan dimulai dari kejauhan terdengar nyayian pengobar semangat dari pasukan Satgas TMMD di Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Dari suara nyanyian tersebut, ada kesan begitu semangat prajurit tak akan pernah pudar sampai tugas selesai. Danton Satgas TMMD, Letda Kav. Supriyanto, tak lupa mengucapan banyak terimakasih kepada warga Desa Panggang yang telah memberikan dukungan secara all out. Mewakili seluruh anggota Satgas TMMD, Letda Kav. Supriyanto menyampaikan permintaan maaf apabila selama melaksanakan TMMD ada kesalahan. ‘’Harapan kami semoga hubungan ini tidak hanya sampai disini. Mohon doanya semoga kami diberi keselamatan menuju ke satuan dan keluarga kami yang selama 1 bulan ini telah kami tinggalkan,’’ ungkapnya. (widi)

Terharu, Penyerahan Kursi Roda Kepada Warga di Penutupan TMMD

KLATEN - Seusai pelaksanaan upacara penutupan TMMD Kodim Klaten, (1/6/2016) lalu, selain ada penyerahan bantuan sembako kepada sejumlah warga Desa panggang, Kecamatn Kemalang , ada peristiwa sangat mengharukan dimata para tamu udangan. Yakni, disaat anak kecil bernama Muhammad Raditya Pratama (12), putra dari pasangan Purwanto dan Sumarsih menerima bantuan kursi roda dari Dinas kesehatan Kabupaten Klaten. Bantuan diserahkan langsung oleh Danrem 074/WRT, Kolonel Inf, Marulli Simanjutak. Ucapan terima kasih sempet terucap dari mulut si kecil Raditya. Sontak rasa haru dan bangga terpancar dari wajah sang Danrem saat itu. ‘’Betul-betul indah hari ini,’’ demikian ucap Danrem terlihat seolah menyembunyikan semua rasa yang ada di hatinya. (widi)

Jumat, 03 Juni 2016

Kembalinya Pasukan Kodim Klaten Ke Kesatuan Masing-Masing Disambut Tangis Haru

KLATEN - Mungkin karena sudah kumpul bersama-sama selama satu bulan dalam duka dan gembira, suasa pelepasan anggota Satgas TMMD Kodim Klaten ke kestuan masing-massing, diwarnai dengan tangis haru sejumlah warga Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, usai penutupan TMMD Kodim Klaten. Suparno, salah seorang warga Desa Panggang menungkapkan, cukup berat harus berpisah dengan bapak-bapak TNI. Kami sudah sebulan penuh,kumpul sehingga terasa para anggota Satgas TMMD Kodim Klaten itu, seperti warga lainnya. ‘’Kam merasa kehilangan. Tetapi terimakasih, sudah banyak yang diperbuat para TNI di Desa Panggang selama TMMD,’’ungkap Suparno. Kades Panggang, Nandang Nuryanto, menyatakan hal senada. Dikemukakan, dengan berat hati harus melepas para TNI Satgas TMMD Kodim Klaten. ‘’Saya menyadari bahwa masih banyak tugas besar yang harus diselesaikan para prajurit itu,’’ ungkapnya. Sejumlah anggota Satgas TMMD Kodim 0723/Klaten menyatakan cukup berat untuk meninggalkan Desa Panggang. Hanya saja seberat apapun perspisahan itu harus terjadi, karena tugas lebih besar sudah menunggu di satuannya masing-masing. (widi)

Para Ibu-Ibu Gelar Produk Makanan Ringan Produksinya

KLATEN – Sebagai isteri prajurit, ibu-ibu Persit Kodim 0723 Klaten, sepenuhnya mendukung para suami yang sedang bertugas di TMMD komandonya. Termasuk saat di gelar upacara penutupan di Desa Panggang, Keamatan kemalang. Ibu-Ibu Persit Kartika Candra Kirana Cabang XLIV Kodim 0723/Klaten, juga membuka stand untuk memamerkan makanan ringan hasil produksi para anggota Persit. Di kesmepatan itu sejumlah warga menyempatkan untuk mendekat dan membeli beberapa makanan ringan tersebut. Termasuk, d Danrem 074 /Warastratama/ Kolonel Inf. Maruli Simanjuntak, yang megaprsiasi kreatifitas ibu-ibu Persit. Dari stand itu . (widi)

BPBD Klaten Memamerkan Alat Penanggulangan Bencana di TMMD Kodim Klaten

KLATEN - Tidak mau ketinggalan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten juga membuka stand, untuk memperlihatkan institusi itu mempunyai peralatan sebagai gambaran kesiapan penangulangan bencana erupsi Merapi. Sebagaimana diketahui, bahwa desa sasaran TMMD Kodim Klaten, yakni Desa Panggang Kecamatan Kemalang, terletak dekat dengan puncak gunung Merapi. Dan jika seaktu-waktu terjadi erupsi, desa itu akan dilalui para pegungsi. Bahkan dijadikan singgah para pengunsgi. Di kesempatan itu Danrem 074 /Warastratama/ Kolonel Inf. Maruli Simanjuntak, seusi menutup TMMD Kodim Klaten, menyempatkan melihat dari dekat stand yang dibuka oleh BPPD Kabupaten Klaten tersebut. (widi)

Service Gratis di Penutupan TMMD Klaten Kembali Digelar

KLATEN - Seperti saat pembukaan, di upacara penutupan TMMD Kodim 0723/Klaten di lapangan Desa Paggang, Kecamatan Kemalang, juga digelar stand service gratis . Sejumlah warga menggunakan kesempatan service gratis itu. ‘’Mumpung lagi ada kesempatan service gratis, lumayan kami menggunakannnya. Disamping tidak keluar biaya hasil service juga cukup bagus. Terimakasih TNI. Kalau saja TMMD bisa digelar sepanjang masa, sebuah anugerah,’’ungkap Untung, seorang warga Desa Panggang, yang menservicekan motor di upacara penutupan TMMD Kodim Klaten itu. Di kesempatan itu, Danrem 074 /Warastratama/ Kolonel Inf. Maruli Simanjuntak melihat dari dekat stand yang diadakan SMK Kristen Klaten itu. Sedikitmya 27 kendaraan bermorot masyarakat Desa Panggang diservice di kesempatan itu. (Widi)

RLTH Yang Sudah Direhab TMMD Kodim Klaten Ditinjau Danrem

KLATEN – Seusai upacara penutupan TMM Reguler ke-96 Kodim 0723/Klaten, Danrem Danrem 074 /Warastratama/ Kolonel Inf. Maruli Simanjuntak menyempatkan untuk meninjauk sejumlah sasaran fisik di program itu. Salah satunya, adalah pelaksanaan rehab Rumah Tidak layak Huni (RLTH), sejumlah warga Desa Panggang, Kecamatan Kemalang. Di kesempatan itu Danrem melakukan dialog dengan beberapa warga yang sumahnya direhab. Satu diantarnaya dengan Partugi, warga Dukuh Suren Rt 01/ RW03. Partugi, berulangkali mengucapkan terimakasih kepada bapak-bapak TNI, karena dengan adanya TMMD di desa Panggang, ikini dia memiliki rumah yang layak huni. Bayangan saat hari raya bakal kumpul dengan keluarga di rumah yang sudah dibangun TNI juga dia kemukakan. (widi)

Warga Akan Mengenang Kenangan Bersama TNI Saat TMMD Kodim Klaten

KLATEN - Banyak kenangan yang digenggam sejumlah warga Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, selama berbaur dengan TNI anggota Satgas TMMD Kodim Klaten di TMMD Reguler ke-96 Kodim 0723 Klaten. Hal itu bisa dimaklumi, karena selama pelaksanaan TMMD, pasukan Satgas tinggal bersama di rumah warga, sehingga banyak kenangan selama satu bulan bersama anggota TNI. ‘’Kami saling cerita, bercanda dan bergurau sembari melepas lelah setelah seharian bekerja. Ternyata TNI tak segarang yang saya kira. Selain sosok abdi negara ternyata tak ubahnya seperti kami, bisa susah, senang dan capek, ungkap Sahono, salah seorang pemilik rumah yang ditempati TNI selama TMMD. Sahono mengaku, satu yang sangat membekas di hati keluarganya, adalah secapek apapun para prajurit TNI tetap gembira. Segala permasalahan yang ada dapat disikapi dengan seyum dan kegembiraan. Hal itu membuatnya dan keluarga harus meniru sikap seperti itu, ‘’Walaupun seberat apapun beban hidup yang ada, kita harus tegar dan senang,’’ ungkapnya. Dikemukakan, ida sempat mendengar pak penuturan salah satu anggota satgas, Sriyanto (Komandan Peleton Kav-Red), "Orang yang menang adalah orang bisa keluar dari suatu permasalahn dengan keadaan tersenyum" (widi)

Kamis, 02 Juni 2016

Hasil TMD Klaten Sudah Diserahkan ke Pemkab Klaten

KLATEN - Dengan ditandatanganinya naskah penyerahan hasil pelaksanaan TMMD Reguler ke-96 Kodim Klaten pada upacara penutupan, secara resmi menandakan apa yang di hasil dalam pelaksanaan TMMD itu diserahkan kepada Pemerintah daerah Kabupaten Klaten. Pada kesempatan tersebut, Sekda Kabupaten Klaten, Drs Jaka Sawaldi MM mengucapkan banyak terimaksih atas suksesnya pelaksanaan TMMD reguler di desa Panggang tersebut. .;Terima kasih banyak, kami atas nama pemerintah daerah Kabupaten Klaten, semua kesuksesan ini berkat warga Panggang dan TNI, dan kita wajib memelihara apa telah kita perbuat ini", ungkapnya. Ucapan itu disampaikan pak Sekda Drs Jaka disela-sela upacara penutpan TMMD. ‘’Kami berpesan  kepada pasukan TNI yang akan bergabung ke Pasukan Induk masing-maing jaga keamanan, dan sampaikan salam kepada para Komandan Satuan.’’ (widi)

Pasar Murah Bantu Warga

KLATEN - Mendengar Bazar orang akan membayangkan dengan banyak aneka kebutuhan yang dijual dengan harga murah. Dan itu terjadi saat bazaar di penutupan TMMD Kodim 0723/Klaten, Rabu (01/06/2016). Sejumlah warga Desa Panggang, Kecamatan Kemalang dan sekitarnya menilai digelarnya pasar murah bersamaan penutupan TMMD itu cukup efektif. Karena harganya relatif murah, sementara sebentara lagi akan datang bulan puasa. ‘’Betul pak di lokasi penutupan TMMD Kodim Klaten, sembako harganya murah. Pas ini, karena sebentar lagi mau puasa,’’ ungkap Ny Pamuji, salah seorang warga Desa panggang, yang sedang antri belanja sembako. Dia mencontohkan, beras yang merupakan kebutuhan pokok, di Bazar penutupan TMMD Kodim Klaten, dijual 7.500/kg. Sementara kalau di pasar luar, beras biasa saja harganya sudah 8.000/kg. ‘’Matur suwun nggih pak, matur suwun ucapan itu terus terdengar di sela para pembeli.’’ Terpisah Dandim 0723/Klaten, Letkol Inf. Bayu Jagat juga ikut menyampaikan rasa syukurnya. Ternyata apa yang telah diperbuat dalam kegiatan upacara penutupan TMMD (bazar-Red) manfaatnya bisa dirasakan warga Panggang secara langsung. (widi)

Jalur Evakuasi Gunung Merapi Baru Sudah Dibuka

KLATEN - Simbol peresmian penggunaan jalan baru hasil gotong royong warga dan TNI dalam program TMMD regulerke- 96 Kodim 0723/Klaten, adalah dengan diguntingnya pita oleh Sekda Kabupaten Klaten Drs H Joko Sawaldi MM. Dalam kesempatan ini Sekda Joko berpesan kepada warga Desa Panggang dan sekitarnya agar merawat jalan baru ini. ‘’Kita ketahui bersama bahwa fungsi dari jalan baru itu adalah untuk membuka jalur evakuasi yang baru khususnya untuk warga Dukuh Suren, Desa Panggang Kecamaan Kemalang ,’’ ungkapnya. Sebelum ada jalan baru, lanjut Sekda Joko, orang harus melingkar ke bawah dulu baru sampai ke jalur evakuasi utama (Jalan besar Panggang - Bale Rante- Red). Jalan yang beton TNI bersama warga masyarakat itu dulunya adalah jalan setapak. Di TMMD dilebarkan menjadi 3 m dan dicor sehingga kendaraan roda empat kini bisa masuk ke Dukuh Suren yang paling dalam. (widi)

Diharapkan Warga Panggang Bisa Merapkan Penyuluhan Petugas TMMD

KLATEN - Sekretaris Kecamatan Kemalang, Harjoko ST.MT berharap dalam atas diberikan sejumlah penyuluhan di program non fisik TMMD Kodim 0723/Klaten. ‘’Kalau di program fisik jelas kami menghimbau agar warga merawat, tetapi di prgram non fisik, yakni berupa penyuluhan berbagai bidang, harapan saya semoga masyarakat bisa menrapkan di kehidupan sehari-hari,’’ ungkap Harjoko. Dia mengemukakakn, di prohram non fisik TMMD Kodim Klaten, telah dilakukan berbagai penyuluhan dengan menggandenga beberapa pihak. Mulaid ari Polres Klaten, Kemenag, Bapernas dan sejumlah pihak lain. ‘’Dengan peyuluhan-penyuluhan itu, berbagai ilmu telah diperoleh oleh masyarakat Desa Panggang dan sekitarnya. Mudah-mudahan semua ilmu itu bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,’’ harap Sekcam Harjoko ST.MT. (widi)

Dandim Bayu jagat Berharap Warga Jaga Pembangunan Hasil TMMD

KLATEN – Orang nomor satu di jajaran Kodim 0723/Klaten, yakn Dandik Letkol Inf. Bayu Jagat, berharap sekaligus menghimbau kepada warga masyarakat Desa Panggang, Kecamatan kemalang, agar seluruh merawat seluruh hasil program fisik hasil TMMD Reguler Kodim Klaten. Disebutkan, program fisik tersebut diantaranya, pengecora jalan, rehab rumah, pembangunan jamban dan rehap Masjid. ‘’Saya berharap agar masyarakat merawat dan menggunakan sebaik-baiknya,’’ tandas Dandim Bayu Jagat. Atas nama Kodim 0723/Klaten, Dandim Letkol Inf. Bayu Jagat, memohon maaf jika dalam penyelenggaraan TMMD Reguler ke 96 TA 2016 tersebut terdapat kesalahan dan kekhilafan. ‘’Lain daripada itu semua, kami mengharapkan kemanunggalan TNI dan rakyat di Kabupaten Klaten ke depan agar terus dapat dibangun dengan sebaik-baiknya,’’ harapnya. (widi)

Ucapan Terimakasih Bupati Klaten Atas Kesediaan TNI Ber TMMD di desa Panggang

KLATEN – Ini yang dikemukakan Bupati Klaten, Hj. Sri Hartini SE, menjelang usainya TMMD Reguler ke-96 yang digelar Kodim 0723/Klaten, di Desa Panggan, Kecamatan Kemalang, Rabu (01/06/2016). ‘’Terimakasih kepada jajaran anggota TNI Kodim 0723/Klaten dan dari kesatuan pendukung lainnya yang telah melaksanakan TMMD di Desa Panggang, Kecamatan Kemalang,’’ ungkap Bupati saat menggelar Talk Show terkait TMMD Kodim Klaten.. Bupati Sri Hartini menghimbau agar masyarakat Desa.Panggang dapat menjaga dan merawat serta menggunakan bangunan fisik yang dibangun oleh TNI bersama-sama warga masyarakat. Dengan cara itu, bangunan dapat awet digunakan. Sementara itu dari berbagai penyuluhan yang diberikan oleh berbagai pihak di TMMD, dapat bermanfaat bagi masyarakat di Desa Panggang, .dalam rangka mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Klaten yang berkualitas. (Widi)

Pemkab Klaten Gelar Talk Show dalam Rangka Kesuksesan TMMD

KLATEN – Dalam rangka mensyukuri dan evalusai porgram TMMD Reguler ke-96 Kodim 0723/Klaten, Pemkab Kalten menggelar talk swoh di radio siara pemerintah pemerintah setempat. Sejumlah nara sumber dihadirkan di acara yang dihelat sehari menjelang penutupan TMMD Kodim Klaten. Diantaranya, orang nomor satu di Pemkab Klaten, Bupati Klaten, Hj. Sri Hartini SE. Nara sumber lain yang yang tampil, masing-masing, Komandan Kodim 0723/Klaten, Letkol Inf Bayu Jagat S.I.P, Sekretaris Kecamatan Kemalang, Harjoko ST.MT, Kepala Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, Nandang Nuryanto. (widi)

Rabu, 01 Juni 2016

Pentas Drama Kolosal Memukau Tamu Undangan dan Warga di Penutupan TMMD

ASTHAGATRA- Pentas seni Drama Kolosal “HET KAJORAN VRAAGTUK 1667”, di sela-sela upacara penutupan TMMD Reguler ke-96 Kodim 0723/Klaten, benar-benar memukau hadirin tamu undangan yang hadir di upacara penutupan TMMD Reguler ke-96 Kodim 07623/Klaten. Cukup bisa dimaklumi, persiapan cukup matang dilakukan untuk mementaskan drama kolosal yang bekerja sama dengan sanggar Omah Wayang Klaten itu dilakukan sekitar 1 bulan lebih. Menurut Danramil Kemalang, Kapten Inf. Jatimko, Pertunjukan karya seni tersebut merupakan salah satu media untuk menyampaikan pesan sekaligus mengangkat sejarah Kajoran yang berlatar belakang tahun 1667. Dimana waktu itu , masa pemerintahan Amangkurat Agung, menggambarkan kesaktian dan Janji kesaktian Wirananggala dan penembahan Rama di Kajoran terhadap Mataram. Kedua tokoh itu menolak adanya campur tangan VOC dalam pemerintah. Hingga akhirnya Wiramenggala dihukum tembak meriam dengan peluru kencana. Hanya saja berkat kesaktianya, hukuman tembak terhadap Wiramenggala tidak mempan. (widi)

Sejumlah Pagelaran Mewarnai Penutupan TMMD Kodim Klaten

KLATEN - Ini sejumlah helatan gelaran acara tambahan di upacara penutupa TMMD Kodim 0723/Klaten di Desa Panggang, Kecamatan Kemalang. Dimana, semua acara tambahan tersebut cukup diminati oleh hadirin dan pengunjung yang ada. Untuk acara pagelaran seni pokok adalah pentas sosio drama dengan mengambil tema penggambaran sejarah Kaupaten Klaten. Dimana dalam pentas ini dimainkan oleh para mahasiswa STSI dan juga dari anggota Kodim 0723/Klaten. Selain itu juga digelar pengobatan gratis, pasar murah, servis gratis, pameran dari BPBD Kabupaten Klaten, pembagian sembako kepada warga masyarakat. Tampak sejumlah warga desa panggang memanfaatkan stand yang digelar di upacara penutupan TMMD Reguler Kodim Klaten tersebut. (pendim 0721/Klaten)

Penutupan TMMD Semua Program Fisik dan Non Fisik Selesai

ASTHAGATRA- Danrem 074 /Warastratama Kolonel Inf Maruli Simanjuntak secara resmi menutup pelaksanaan TMMD Regler ke-96 K Kodim 0723/Klaten, Rabu (1/06/2016). Peaksaaan upacara penutupan yang digelar di lapangan Desa Panggang, Kecamatan Kemalang itu, berjalan tertib dan penuh khidmad. Dandim 0723/Klaten, Letkol Inf Bayu Jagat menyatakan lega, sehubungan semua program fisik dan non fisik komandonya bisa selesai 100 persen. ‘’Kami cukup lega, terimakasih kepada warga yang total mendukung program TMMD, sehingga semua program baik fisik maupun non fisik bisa rampung semua,’’ tandasnya ketika ditemui seusai upacara penutupan TMMD.

Dandim menjelaskan, di TMMD yang dilalksanakan mulai 3 Mei hingga 1 Juni 2016 itu, dengan sasaran Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten ada sejumlah program fisik. Diantaranya, Betonisasi jalan, jambanisasi, rehab RTLH dan renovasi masjid. ‘’Alhamdulillah semua bisa selesai 100 persen. Bahkan sempat ada proyek tambahan, yakni betonisasi jalan dan pembuatan gorong-gorong,’’ ungkapnya. (widi)

Danrem 074 /Warastratama Meninjau Proyek Fisik TMMD Kodim Klaten

KLATEN - Seusai menutup TMMD Reguler ke-96 Kodim 0723/Klaten, Danrem 074 /Wrt, Kolonel Inf Maruli Simanjuntak, menyempatkan diri untuk meninjau sejumlah proyek fisik yang dikerjakan oleh TNI bersama warga melalui program TMMD Reguler 96 Kodim 0723/Klaten. Salah satunya proyek fisik utama di TMMD Kodim Klaten tidak luput dari kunjungan ora nomor satu di jajaran Korem 074/Warastrama tesebut. Dan dia menyatakan cukup bangga, menyusul di titik kegiatan fisik betonisasi jalan itu ada over prestasi. Sebagaimana diketahui, untuk proyek betonisasi jalan di TMMD Kodim Klaten, sudah lama dinanti oleh para punggawa desa setempat bersama warganya. Karena dengan selesainya pembangunan jalan beton itu, akan bisa megurai jalur evakuasi baru jika sewaktu-waktu terjadi erupsi Gunung Merapi. (Widi)

Danrem 074/WRT Memuji Prestasi Proyek Fisik TMMD Kodim Klaten

KLATEN - Pelaksanaan TMMD Reguler ke-96 Kodim 0723/Klaten Tahun 2016 di Desa Panggang,Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten secara resmi ditutup oleh Danrem 074 /Wrt, Kolonel Inf,Maruli Simanjuntak.Danrem mengapresiasi, dari sejumlah sasaran proyek fisik, yang meliputi Rehab Rumah Tidak Layak Huni, Betonisasi Jalan, Jambanisasi dan rehab Masjid semuanya sudah selesai 100%. Dari empat sasaran tersebut yang sangat menonjol yaitu over prestasi pengerjaan betonisasi jalan sepanjang 180 lebar 3M dan tebal 8 Cm. Seluruh prajurit, warga, tamu undangan menyambut gembira dengan hasil TMMD Kodim Klaten di Desa panggang tersebut. Selesai pelaksanaan upacara penutupan di lanjutkan pagelaran seni drama kolosal oleh anggota Kodim 0723/Klaten dan sanggar seni Rumah Wayang dengan cerita  perjuangan Panembahan Rama Pangeran Kajoran Dengan ditutupnya TMMD tersebut, selanjutnya anggota Satgas Tmmd Kodim 0723/Klaten Tahun 2016 akan kembali ke induk pasukannya masing-masing. Dengan sejumlah kenangan manis bersama warga Desa Panggang tentunya. (widi)

Produk Unggulan Kemalang Dikunjungi Oleh Banyak Tamu Undangan

KLATEN - Dari sejumlah aneka ragam produk unggulan Desa Panggang, Kecamatan Kemalang yang dipamerkan di upacara penutupan TMMD Reguler ke-96 Kodim Klaten, salah satunya adalah ;madub Lereng Merapi yang cukup banyak diminati oleh tamu undangan, Hal itu, disebabkan, selain dijamin keasliannya madu tersebut, juga diyakini banyak mengandung khasiat, diantaranya menjaga kebugaran tubuh kita, ‘’ini madu lereng merapi dijamin kealisannya sehingga mengandung banyak khasiat,’’ ungkap Ny. Sri Anjani, penjaga stand produk unggulan madu lereng merapi tersebut. Melihat promo yang begitu menjanjikan, sejumlah anggota kepolisian Polres Klaten yang hadir di cara upcara penutupan TMMD tersebut, akhirnya tidak mau ketinggalan ikut membeli juga madu lereng merapi itu. Selain harga lebih murah dan memang yang bersangkutan sering mengkonsumsi madu lereng merapi. Seperti yang dilakukan oleh Kompol Ruslan (Kabag Perencanaan Polres Klaten), juga menyempat diri untuk mengunjungi stand produk unggulan, Kecamatan Kemalang bersama dengan Kapolsek Manisrenggo, AKP Kanang Asiyanto.(widi)